-
Mauricio Souza menyoroti hilangnya 11 poin kandang sebagai penyebab utama Persija gagal juara.
-
Masalah kedisiplinan dan akumulasi kartu merah menjadi catatan evaluasi serius untuk musim depan.
-
Persija Jakarta mengakhiri musim di posisi ketiga meski sukses memecahkan rekor poin tertinggi klub.
Suara.com - Kegagalan Persija Jakarta merengkuh trofi Super League 2025-2026 langsung memicu evaluasi mendalam dari tim kepelatihan. Fokus pembenahan kini diarahkan pada rapuhnya pertahanan mental skuad saat bermain di hadapan publik sendiri.
Pelatih kepala Mauricio Souza menegaskan bahwa hilangnya poin-poin krusial di markas sendiri menjadi pembeda utama antara juara dan peringkat ketiga. Macan Kemayoran dinilai terlalu ramah kepada tim tamu sepanjang musim bergulir.
Selain masalah keangkeran stadion yang luntur, faktor internal berupa merosotnya kedisiplinan pemain menjadi rapor merah lainnya. Hujan kartu merah yang diterima para penggawa Persija terbukti merusak stabilitas strategi tim di momen-momen krusial.
"Terkait dengan musim, saya pikir kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa hal itulah yang menentukan kompetisi ini," kata pelatih asal Brasil dalam konferensi pers usai pertandingan.
Statistik mencatat Persija hanya mampu mengamankan 11 kemenangan dari 17 laga kandang di Jakarta International Stadium (JIS). Angka ini terpaut jauh dari Persib Bandung dan Borneo FC yang perkasa dengan 15 kemenangan kandang.
Ketidakmampuan menjaga konsistensi di rumah sendiri diperparah oleh status musafir yang sempat disandang Persija pada beberapa laga. Kondisi tersebut memangkas keuntungan psikologis yang seharusnya didapatkan dari dukungan masif Jakmania.
Sebaliknya, performa luar biasa justru ditunjukkan Rizky Ridho dan kolega saat bermain di markas lawan. Mereka menasbihkan diri sebagai tim tandang terbaik lewat torehan 11 kemenangan sepanjang musim.
Menutup kompetisi dengan kemenangan telak 3-0 atas Semen Padang, Souza melihat cetak biru permainan yang ia inginkan untuk musim depan. Kolaborasi pemain muda yang tampil lepas menjadi modal berharga bagi masa depan klub.
Nakhoda berusia 52 tahun tersebut meyakini fleksibilitas taktik dan kegairahan pemain muda akan menjadi senjata utama. Namun, hal itu harus dibarengi dengan kematangan emosional agar tidak merugikan kolektivitas tim.
Baca Juga: Persija Gagal Juara Super League, Mauricio Souza Soroti Kehilangan 11 Poin Kandang
Apresiasi besar juga diberikan kepada seluruh elemen tim yang telah mengarungi kompetisi panjang yang melelahkan. Tekanan tinggi dari suporter dianggap sebagai motivasi, bukan beban yang menghambat performa.
Persija Jakarta menyudahi kompetisi Super League 2025-2026 dengan finis di peringkat ketiga lewat koleksi 71 poin. Meskipun gagal juara, perolehan angka ini menjadi rekor tertinggi klub sejak era Liga 1 dimulai pada tahun 2017.
Macan Kemayoran sejatinya sempat menguasai puncak klasemen pada awal musim sebelum akhirnya disalip oleh Persib Bandung dan Borneo FC. Persib sendiri keluar sebagai jawara kompetisi setelah unggul catatan head-to-head atas Borneo FC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis