Bola / Liga Inggris
Senin, 25 Mei 2026 | 10:56 WIB
Pep Guardiola resmi tinggalkan Manchester City setelah 10 tahun. Ia memberi pesan keras agar para pemain tetap menjaga standar juara klub. [Dok. IG Man City]
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola resmi mengakhiri masa jabatan sepuluh tahun di Manchester City melalui seremoni perpisahan emosional di Stadion Etihad.
  • Ia berpesan kepada seluruh pemain agar tetap menjaga standar tinggi dan identitas juara klub setelah dirinya resmi pergi.
  • Guardiola meninggalkan warisan berupa banyak gelar bergengsi serta revolusi gaya bermain bagi klub berjuluk The Citizens tersebut.

Ia menegaskan setiap keputusan yang diambil selama menjabat sebagai manajer selalu didasarkan demi kepentingan terbaik klub berjuluk The Citizens tersebut.

Bernardo Silva dan John Stones Juga Berpisah

Momen perpisahan di Etihad semakin emosional karena bukan hanya Guardiola yang resmi meninggalkan klub.

Manchester City juga memberikan penghormatan terakhir kepada Bernardo Silva dan John Stones yang dipastikan hengkang pada bursa transfer musim panas ini.

Kedua pemain tersebut mendapat prosesi guard of honour dari rekan setim maupun pemain lawan saat ditarik keluar pada babak kedua pertandingan.

Bernardo Silva mengungkapkan bahwa kesuksesan besar Manchester City selama ini tak lepas dari tangan dingin Guardiola.

“Pep adalah alasan mengapa kami menang begitu banyak. Dia adalah sosok di balik kemudi yang menciptakan tim ‘monster’ ini,” ujar Bernardo Silva.

Pemain asal Portugal itu menilai keberhasilan Guardiola bukan hanya soal trofi instan, melainkan kemampuan menjaga konsistensi klub dalam waktu sangat lama.

Secara personal, Bernardo bahkan menganggap Guardiola sebagai sosok ayah dalam perjalanan karier profesionalnya.

Baca Juga: Arsenal Jadi Klub Pertama Liga Inggris Tanpa Kartu Merah dan Penalti

Warisan Besar Pep Guardiola di Manchester City

Pep Guardiola bergabung dengan Manchester City pada 2016 dan langsung merevolusi gaya permainan sepak bola Inggris lewat filosofi penguasaan bola yang dominan.

Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil mengubah City menjadi kekuatan besar Eropa, termasuk meraih treble winner pada musim 2022/2023.

Kepergiannya kini menandai berakhirnya era paling sukses dalam sejarah Manchester City sekaligus meninggalkan tantangan besar bagi manajemen klub untuk mencari sosok penerus yang mampu mempertahankan standar tinggi tersebut.

Load More