-
Bruno Fernandes menuduh Roy Keane berbohong terkait klaim ambisi egois mengejar rekor asis.
-
Kapten MU tersebut meluruskan bahwa rekaman asli wawancaranya telah diputarbalikkan oleh sang legenda.
-
Perseteruan mencuat di tengah kesuksesan MU finis peringkat ketiga di bawah asuhan Michael Carrick.
"Jelas saya pikir saya selalu menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Roy Keane dan untuk semua yang telah dia lakukan untuk klub dan untuk semua yang selalu dia katakan. Apa yang saya tidak suka adalah orang-orang membuat kata-kata mereka sendiri tentang apa yang saya katakan dan itu tidak benar," pungkas Fernandes.
Seteru internal ini terjadi di tengah performa apik Fernandes yang menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Inggris musim ini. Kontribusi magisnya sukses membawa Manchester United mengamankan tiket kompetisi Eropa.
Klub raksasa Manchester ini berhasil menyegel posisi ketiga di klasemen akhir kompetisi domestik. Momentum kebangkitan ini tidak lepas dari tangan dingin sang manajer anyar, Michael Carrick.
Carrick, yang baru saja menandatangani kontrak permanen berdurasi dua tahun, menorehkan statistik performa yang mengagumkan. Ia sukses mendulang 39 poin dari 17 laga pamungkas setelah menggantikan Ruben Amorim.
"Menyatukan hasil di liga ini sangat sulit dan sebuah perjalanan adalah hal yang menantang. Jelas, ini adalah awal yang baru [musim depan] dalam banyak hal," tutur Carrick menyongsong musim baru.
Sang manajer optimistis relasi yang solid di dalam skuad akan menjadi modal berharga bagi masa depan klub.
"Anak-anak kembali dari Piala Dunia dengan mengetahui bahwa kita bisa saling percaya, kita bisa bekerja sama, kita bisa memberikan sedikit ekstra untuk satu sama lain, dan ketika Anda melewatinya, saya pikir itu cukup kuat," tutup Carrick.
Ketegangan antara Bruno Fernandes dan Roy Keane mencerminkan dinamika hubungan yang rumit antara legenda klub dan pemain generasi modern Manchester United. Sebagai mantan kapten yang mempersembahkan banyak trofi, Keane terkenal dengan gaya komentarnya yang sangat vokal dan tanpa kompromi di media.
Di sisi lain, Fernandes memikul beban berat kepemimpinan di era transisi manajerial dari Ruben Amorim ke Michael Carrick. Friksi ini memuncak justru di tengah keberhasilan taktis United bangkit di papan atas, membuktikan betapa besarnya tekanan psikologis dan sorotan media yang harus dihadapi oleh penyandang ban kapten di Old Trafford.
Baca Juga: Kata-kata Bruno Fernandes usai Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi