-
Luis de la Fuente menegaskan kolektivitas tim jauh lebih krusial daripada sekadar mengandalkan kehebatan individu.
-
Kedekatan emosional jangka panjang antara pelatih dan pemain menjadi kekuatan utama internal Timnas Spanyol.
-
Spanyol fokus menjaga perkembangan mental Lamine Yamal agar tetap membumi di tengah popularitasnya.
Lebih dari sekadar trofi, De la Fuente memiliki misi besar untuk mengembalikan rasa bangga masyarakat Spanyol terhadap tim nasional. Ia ingin skuadnya menginspirasi generasi baru lewat pendekatan yang humanis.
"Saya pikir kami telah memenangkan hati generasi muda yang selama bertahun-tahun kehilangan rasa bangga terhadap tim nasional. Mengamankan gelar pertama kami sejak 2012 telah memungkinkan kami untuk terhubung kembali dengan para penggemar tersebut; hasil positif tentu membantu. Saya ingin kami diingat dengan cara yang sama seperti tim yang dilatih oleh idola saya Vicente del Bosque: sebagai generasi pesepak bola yang memahami tidak hanya apa artinya memainkan permainan, tetapi juga apa artinya menjadi manusia," tegasnya.
Target Spanyol di turnamen akbar ini sangat sederhana namun menuntut komitmen penuh dari seluruh elemen tim.
"Bermain di setiap pertandingan seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir kami, menghormati lawan kami dan siap bersaing untuk kehormatan tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan datang dengan sendirinya," pungkas De la Fuente.
Timnas Spanyol menatap Piala Dunia 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah sukses merengkuh trofi Euro 2024. Keberhasilan tersebut mengakhiri puasa gelar panjang mereka di turnamen mayor sejak era keemasan tahun 2012 silam.
Di bawah kendali Luis de la Fuente, La Roja bertransformasi dari tim yang dominan penguasaan bola monoton menjadi unit penyerang yang sangat dinamis dan mematikan. Spanyol dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak grup Piala Dunia 2026 melawan Cabo Verde di Atlanta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi