Bola / Bola Dunia
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:01 WIB
Lamine Yamal (Tangkapan Layar X)
Baca 10 detik
  • Luis de la Fuente menegaskan kolektivitas tim jauh lebih krusial daripada sekadar mengandalkan kehebatan individu.

  • Kedekatan emosional jangka panjang antara pelatih dan pemain menjadi kekuatan utama internal Timnas Spanyol.

  • Spanyol fokus menjaga perkembangan mental Lamine Yamal agar tetap membumi di tengah popularitasnya.

Lebih dari sekadar trofi, De la Fuente memiliki misi besar untuk mengembalikan rasa bangga masyarakat Spanyol terhadap tim nasional. Ia ingin skuadnya menginspirasi generasi baru lewat pendekatan yang humanis.

"Saya pikir kami telah memenangkan hati generasi muda yang selama bertahun-tahun kehilangan rasa bangga terhadap tim nasional. Mengamankan gelar pertama kami sejak 2012 telah memungkinkan kami untuk terhubung kembali dengan para penggemar tersebut; hasil positif tentu membantu. Saya ingin kami diingat dengan cara yang sama seperti tim yang dilatih oleh idola saya Vicente del Bosque: sebagai generasi pesepak bola yang memahami tidak hanya apa artinya memainkan permainan, tetapi juga apa artinya menjadi manusia," tegasnya.

Target Spanyol di turnamen akbar ini sangat sederhana namun menuntut komitmen penuh dari seluruh elemen tim.

"Bermain di setiap pertandingan seolah-olah itu adalah pertandingan terakhir kami, menghormati lawan kami dan siap bersaing untuk kehormatan tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan datang dengan sendirinya," pungkas De la Fuente.

Timnas Spanyol menatap Piala Dunia 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah sukses merengkuh trofi Euro 2024. Keberhasilan tersebut mengakhiri puasa gelar panjang mereka di turnamen mayor sejak era keemasan tahun 2012 silam.

Di bawah kendali Luis de la Fuente, La Roja bertransformasi dari tim yang dominan penguasaan bola monoton menjadi unit penyerang yang sangat dinamis dan mematikan. Spanyol dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak grup Piala Dunia 2026 melawan Cabo Verde di Atlanta.

Load More