Bola / Bola Dunia
Selasa, 02 Juni 2026 | 13:23 WIB
Bek Timnas Portugal, Pepe berebut bola dengan striker Iran, Sardar Azmoun (Jack GUEZ / AFP)

Suara.com - Langkah radikal diambil oleh jajaran kepelatihan Tim Nasional Iran dalam menyusun kekuatan menuju Piala Dunia. Bomber andalan mereka, Sardar Azmoun, dipastikan absen dari daftar 26 pemain yang dibawa ke turnamen akbar tersebut.

Keputusan mendepak penyerang Shabab Al-Ahli ini disinyalir kuat bukan karena penurunan performa di lapangan hijau. Langkah tegas ini merupakan buntut dari aktivitas sang pemain di jagat maya yang memicu kontroversi.

Dikutip dari ESPN, otoritas sepak bola dan pemerintah Iran dilaporkan meradang setelah Azmoun mengunggah pernyataan sikap di media sosial. Unggahan tersebut berkaitan dengan situasi konflik geopolitik yang tengah melanda kawasan Timur Tengah.

Selebrasi Sardar Azmoun setelah menjebol gawang Qatar di semifinal Piala Asia 2023 (the-afc.com)

Pelatih Amir Ghalenoei sebenarnya sudah memarkir Azmoun sejak Maret lalu akibat ketegangan tersebut. Situasi ini kontras dengan nasib rekan setimnya di Dubai, Saeid Ezatolahi, yang tetap mendapatkan panggilan.

Kehilangan Azmoun menjadi ujian berat bagi lini serang Iran yang kini bertumpu pada Mehdi Taremi. Penyerang klub Yunani, Olympiacos, tersebut memimpin barisan sembilan pemain Iran yang berkarier di luar negeri.

Kondisi tim kian menantang karena mayoritas pilar yang dipanggil justru minim menit bermain atmosfer kompetitif. Sebanyak 17 pemain domestik yang masuk skuat tercatat tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetisi sejak Februari akibat perang regional.

Perubahan Lokasi TC Akibat Masalah Visa

Striker Timnas Iran, Sardar Azmoun saat memperkuat klubnya, AS Roma. [Alberto PIZZOLI / AFP]

Guna menyiasati ketatnya persaingan, persiapan intensif kini tengah digenjot di Antalya, Turkiye. Mereka dijadwalkan terbang menuju Tijuana, Meksiko, untuk membangun markas turnamen pada Jumat pekan ini.

Sebelum menetap di Meksiko, timnas Iran sebenarnya merencanakan pemusatan latihan di Tucson, Arizona. Namun, rumitnya pengurusan visa masuk ke Amerika Serikat memaksa mereka mengubah haluan.

Baca Juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta: Spanyol Ungguli Inggris, Prancis, dan Argentina

Federasi Sepak Bola Iran akhirnya mengantongi restu dari FIFA untuk memindahkan lokasi latihan tersebut. Kepastian pemindahan markas ini baru disetujui badan sepak bola dunia sekitar sepuluh hari yang lalu.

Tantangan Berat di Fase Grup

Pada putaran final nanti, Iran tergabung dalam Grup G yang dihuni oleh tim-tim tangguh. Mereka akan mengawali kiprah melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, California, pada 15 Juni.

Enam hari berselang, Belgia akan menjadi ujian berikutnya bagi anak asuh Amir Ghalenoei di stadion yang sama. Pertandingan pamungkas grup akan mempertemukan mereka dengan Mesir di Lumen Field, Seattle, pada 26 Juni.

Jika berhasil mengamankan posisi runner-up grup, Iran berpeluang bentrok dengan Amerika Serikat di babak 32 besar. Laga penuh tensi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas Cowboys, Arlington, Texas.

Pencoretan Azmoun memperpanjang daftar friksi antara pesepak bola profesional dan otoritas Iran terkait isu politik. Selama ini, para pemain kerap berada di posisi sulit saat menyuarakan kondisi kemanusiaan di Timur Tengah.

Load More