- FIFA memulai edisi pertama Piala Dunia pada tahun 1930 di Uruguay dengan mengikutsertakan sebanyak 13 negara peserta.
- Turnamen olahraga terbesar dunia ini sempat terhenti akibat Perang Dunia II sebelum kembali digelar pada tahun 1950.
- Perkembangan format kompetisi hingga kini mencatat Brasil sebagai negara paling sukses dengan perolehan lima gelar juara dunia.
Suara.com - Piala Dunia FIFA bukan sekadar turnamen sepak bola. Ajang ini telah berkembang menjadi peristiwa olahraga terbesar di dunia yang menyatukan miliaran pasang mata setiap empat tahun sekali.
Hingga kini, Piala Dunia telah digelar sebanyak 22 edisi sejak pertama kali berlangsung pada 1930.
Turnamen ini melahirkan legenda, menciptakan rivalitas abadi, dan menjadi panggung tertinggi bagi tim nasional sepak bola.
Awal Mula Piala Dunia
Sebelum Piala Dunia lahir, sepak bola internasional hanya dipertandingkan dalam Olimpiade.
Namun FIFA yang berdiri pada 1904 ingin memiliki kompetisi sendiri yang melibatkan negara-negara anggota secara penuh.
Gagasan itu diwujudkan oleh Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet. Pada Kongres FIFA 1928 di Amsterdam, disepakati penyelenggaraan kejuaraan dunia sepak bola pertama.
Uruguay dipilih sebagai tuan rumah karena berstatus juara Olimpiade 1924 dan 1928 serta sedang merayakan 100 tahun kemerdekaan.
Uruguay 1930, Awal Sejarah
Baca Juga: Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
Piala Dunia pertama berlangsung pada 13-30 Juli 1930 di Uruguay dengan hanya diikuti 13 negara.
Laga final mempertemukan Uruguay melawan Argentina di Stadion Centenario, Montevideo. Di hadapan sekitar 93 ribu penonton, Uruguay menang 4-2 dan menjadi juara dunia pertama dalam sejarah sepak bola.
Gol pertama dalam sejarah Piala Dunia dicetak pemain Prancis, Lucien Laurent.
Perang Dunia Menghentikan Turnamen
Piala Dunia terus berkembang pada 1934 dan 1938. Namun pecahnya Perang Dunia II membuat FIFA membatalkan edisi 1942 dan 1946.
Turnamen baru kembali digelar pada 1950 di Brasil. Edisi ini dikenang lewat tragedi Maracanazo, ketika Uruguay secara mengejutkan mengalahkan tuan rumah Brasil di Stadion Maracana.
Berita Terkait
-
Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
-
Kronologis Kasus Sardar Azmoun Hingga Dicoret dari Timnas Iran
-
Haiti Pesta Gol ke Gawang Selandia Baru, Menang Telak 4-0 Jelang Piala Dunia
-
Timnas Indonesia Pernah Tumbang dari Oman di Debut Shin Tae-yong
-
Australia Dikabarkan Tidak Ikut Serta dalam Ajang FIFA ASEAN Cup 2026
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026