- Jorge Campos adalah kiper ikonik Meksiko yang sukses menembus keterbatasan fisik berkat refleks cepat serta keberanian tinggi.
- Campos mencetak 35 gol sepanjang karier profesionalnya dengan kemampuan unik bermain sebagai penjaga gawang sekaligus penyerang.
- Ia populer pada Piala Dunia 1990-an berkat aksi impresif dan penggunaan seragam berwarna cerah hasil desain pribadinya.
Aksi penyelamatannya, termasuk refleks cepat pada babak pertama, menjadi salah satu faktor penting yang menjaga peluang Meksiko dalam pertandingan tersebut.
Turnamen itu juga menjadi panggung yang memperkenalkan Campos kepada penggemar sepak bola dunia.
Pelopor Tren Seragam Kiper Berwarna Cerah
Selain kemampuan bermainnya, Campos dikenal luas karena seragam kiper yang nyentrik dan penuh warna.
Berbeda dengan mayoritas kiper yang mengenakan warna gelap atau polos, Campos justru tampil dengan kombinasi warna mencolok seperti ungu, merah muda, kuning, hijau, hingga oranye.
Menariknya, banyak desain seragam tersebut dibuat sendiri oleh Campos. Ia mengaku terinspirasi budaya selancar di kampung halamannya, Acapulco.
Gaya tersebut membuatnya menjadi ikon pop culture sepak bola pada era 1990-an dan membuka jalan bagi desain seragam kiper yang lebih berani pada masa berikutnya.
Warisan Jorge Campos
Meski telah lama pensiun, nama Jorge Campos tetap dikenang sebagai salah satu kiper paling unik dalam sejarah sepak bola.
Ia membuktikan bahwa seorang penjaga gawang tidak harus memiliki postur tinggi untuk sukses di level tertinggi. Dengan kemampuan, keberanian, dan karakter yang kuat, Campos mampu menorehkan warisan yang sulit dilupakan.
Baca Juga: Bintang Manchester United Yakin Timnas Inggris Bisa Juara Piala Dunia 2026
Hingga kini, sosoknya masih sering disebut ketika membahas pemain paling ikonik yang pernah tampil di Piala Dunia, baik karena aksi penyelamatannya maupun seragam warna-warni yang menjadi ciri khasnya.
Berita Terkait
-
Bintang Manchester United Yakin Timnas Inggris Bisa Juara Piala Dunia 2026
-
Lionel Scaloni Tegaskan Lionel Messi Sendiri yang Akan Tentukan Waktu Pensiunnya
-
Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Sambut Piala Dunia 2026, Jangan Jadikan Ajang Judi di Aceh dan Tetap 'Santuy'
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Kuasa Hukum Bantah Kematian Sutrimo Terkait Perkara Febrie Adriansyah
-
IHSG Bergerak ke Level 6.900 Pagi Ini, Pantau BBCA
-
Apa itu ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk Solusi Kebakaran Hutan Kalimantan?
-
Apakah Pelembap Ber-SPF Bisa Menggantikan Sunscreen Utama di Pagi Hari?
-
Media Inggris: Indonesia Dianggap Tidak Becus Tangani Kebakaran Hutan
-
Kasus Keracunan MBG Mulai Masuk Ranah Hukum, Sejumlah Dapur Mulai Diperiksa Polisi
-
Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:
-
Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel
-
Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP
-
Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu