Bola / Bola Indonesia
Rabu, 10 Juni 2026 | 05:53 WIB
Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Timnas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
Baca 10 detik
  • Pelatih Vietnam Kim Sang-sik memantau langsung pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik di SUGBK.

  • John Herdman menegaskan taktik yang diintai lawan berbeda karena Indonesia akan menurunkan pemain lokal.

  • Duel panas babak grup Piala AFF 2026 antara Indonesia melawan Vietnam digelar Agustus mendatang.

Suara.com - Kehadiran pelatih Vietnam Kim Sang-sik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memicu ketegangan psikologis menjelang Piala AFF 2026. Juru taktik Timnas Indonesia John Herdman justru menilai pengintaian langsung tersebut tidak akan menguntungkan tim rival secara signifikan.

Mata-mata taktis ini dilakukan saat skuad Garuda menundukkan Mozambik dalam laga persahabatan di Jakarta. Sang-sik kedapatan memantau dari tribun VIP demi menguliti peta kekuatan armada Herdman.

"Saya pikir pelatih Vietnam malam ini sedang melakukan pemantauan pemain dan tim (Indonesia)," kata Herdman pada jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa malam.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kanan) memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat bertanding melawan Timnas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]

Herdman menegaskan bahwa komposisi pemain yang disaksikan oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut merupakan sebuah kamuflase. Skuad malam itu didominasi oleh pilar-pilar utama yang berkarier di kompetisi Eropa.

Peta kekuatan sesungguhnya untuk turnamen Asia Tenggara justru akan dihuni oleh wajah-wajah baru dari kompetisi domestik. Perubahan radikal ini sengaja dirancang demi menjaga kedalaman tim sekaligus mengelabui radar lawan.

"Kami sudah mengerjakan beberapa hal itu sejak Mei. Jeda internasional Juni memang berbeda karena kami diperkuat banyak pemain yang berbasis di Eropa," kata dia.

Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik. (thethaovanhoa.vn)

Ajang regional mendatang dipastikan menjadi panggung pembuktian bagi para talenta lokal Indonesia. Herdman sengaja menyimpan rapat kekuatan inti domestik guna memberikan efek kejut saat turnamen resmi bergulir.

Arsitek asal Kanada tersebut bahkan secara terbuka melempar psywar santai kepada rival terdekatnya di Asia Tenggara. Ia merasa tidak keberatan dokumen taktisnya diintip karena rencana sebenarnya belum dibongkar.

"AFF juga akan menjadi turnamen yang berbeda. Jadi semoga dia mendapatkan kesempatan melihat beberapa pemain kami malam ini. Dan saya mendoakan yang terbaik untuknya," tambah dia.

Baca Juga: Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Susah Payah Raih Kemenangan

Atmosfer panas ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang bentrokan dua kekuatan sepak bola ASEAN. Berdasarkan catatan historis, kedua negara sudah saling mengalahkan sebanyak 31 kali di berbagai ajang resmi.

Tim Merah Putih masih memegang keunggulan tipis dengan mengemas 11 kemenangan atas Vietnam. Sementara itu, tim berjuluk The Golden Stars baru mampu mengoleksi sembilan kali hasil maksimal.

Konformasi persaingan terbaru menunjukkan dominasi Indonesia yang berhasil mengamankan tiga kemenangan dari empat laga pamungkas. Namun, memori kekalahan tipis 0-1 pada turnamen regional sebelumnya tetap menjadi alarm kewaspadaan.

Pertemuan langsung kedua tim dalam fase grup dipastikan bakal menentukan peta kelolosan ke babak semifinal. Indonesia dan Vietnam tergabung di Grup A Piala AFF 2026 bersama Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

Bentrok perdana skuad Garuda dijadwalkan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, untuk menjamu Kamboja pada akhir Juli. Di arena yang sama, duel tensi tinggi melawan Vietnam akan tersaji pada awal Agustus mendatang.

Load More