- Harry Kane bertekad membawa Timnas Inggris menjuarai Piala Dunia 2026 guna mengakhiri puasa gelar selama enam dekade.
- Kane mencetak 61 gol bersama Bayern Munchen musim 2025/2026, menjadikannya penyerang paling klinis di lima liga top Eropa.
- Strategi Thomas Tuchel diharapkan mampu memaksimalkan performa puncak Kane untuk membuktikan ketajamannya melawan tim elite di dunia.
Suara.com - Menyandang predikat sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia nyatanya belum cukup bagi Harry Kane jika gagal membawa Timnas Inggris meraih kejayaan di Piala Dunia 2026.
Berbekal rekor fantastis bersama Bayern Munchen, sang kapten kini memikul beban sejarah untuk mengakhiri puasa gelar Inggris yang sudah berlangsung selama enam dekade.
Racikan strategi pelatih Thomas Tuchel diyakini akan menjadi kunci utama untuk memaksimalkan potensi sang ujung tombak pada turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Optimisme para pendukung skuad Tiga Singa pun meningkat tajam karena Kane datang ke turnamen ini dengan performa individu terbaik sepanjang karier profesionalnya.
Kepindahannya ke Jerman pada 2023 terbukti menjadi keputusan penting untuk menuntaskan dahaga trofi di level klub.
Statistik Gila Harry Kane Bersama Bayern Munchen
Setelah sempat tertunda oleh dominasi Bayer Leverkusen asuhan Xabi Alonso pada musim pertamanya, Kane kini sukses mempersembahkan dua gelar Bundesliga, Piala Super Jerman, dan DFB-Pokal.
Statistik sang striker pada musim 2025/2026 benar-benar luar biasa dengan torehan 61 gol dari 51 pertandingan di semua kompetisi.
Jumlah tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak di lima liga top Eropa dengan selisih 19 gol dari Kylian Mbappe yang mencatatkan 42 gol.
Baca Juga: Ironi Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Sesalkan Wasit Somalia Dideportasi AS
Pencapaian 61 gol dalam semusim juga menyamai rekor Cristiano Ronaldo bersama Real Madrid pada musim 2014/2015.
Hebatnya, Kane mampu mencapai angka tersebut dengan tiga pertandingan lebih sedikit dibandingkan Ronaldo.
Sang Eksekutor Paling Klinis di Eropa
Menyitat Opta, ketajaman Kane juga tercermin dari data expected goals (xG) yang menunjukkan kelebihan konversi gol mencapai +16,6.
Catatan itu bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan pesaing terdekatnya di Eropa, menegaskan betapa klinisnya ia di depan gawang.
Dominasinya di Bundesliga juga terlihat dari torehan 36 gol yang menjadi selisih terbesar dengan pencetak gol terbanyak kedua dalam 54 tahun terakhir.
Berita Terkait
-
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Jadwal Hari Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen dengan Aroma Nostalgia
-
Cara Nonton Streaming Piala Dunia 2026 di HP Secara Legal, Cek di Sini!
-
Cristiano Ronaldo Melempem! Buang 3 Peluang Emas Saat Portugal Susah Payah Kalahkan Nigeria
-
Warna-warni Bendera Piala Dunia Hiasi Permukiman Warga Ternate
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Lupakan Rivalitas di Klub, Raphinha Sebut Vinicius Bisa Jadi Penentu Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini
-
Nova Arianto Masih Ragu Turunkan Mathew Baker Saat Timnas Indonesia U-19 Lawan Australia, Kenapa?
-
Nova Arianto Tebar Ancaman untuk Australia, Timnas Indonesia U-19 Tak Takut Hadapi Siapa Pun
-
Kalahkan Mozambik, Timnas Indonesia Selamatkan Ranking FIFA Vietnam
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
-
Erick Thohir Akui Komposisi Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Belum Pasti
-
Timnas Irak Comeback ke Piala Dunia 2026, Amir Al Ammari Mau Bungkam Kylian Mbappe
-
Klarifikasi Fabio Cannavaro Soal Skuad Uzbekistan yang Diperiksa Ketat Anjing Pelacak