- Kiper Cape Verde, Vozinha, menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium.
- Vozinha meraih gelar pemain terbaik setelah melakukan tujuh penyelamatan gemilang di usia 40 tahun dalam laga debut negaranya.
- Keberhasilan atlet tersebut terganggu kesedihan karena ibunya gagal hadir menonton langsung akibat masalah kendala visa Amerika Serikat.
Suara.com - Rekor luar biasa tercipta di Atlanta Stadium saat kiper veteran Cape Verde, Vozinha, sukses meredam agresivitas Timnas Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.
Penampilan heroik kiper berusia 40 tahun tersebut memaksa raksasa Eropa sekaligus juara Euro, Spanyol, harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang tanpa gol.
Di balik hasil bersejarah bagi negara debutan tersebut, terselip kisah pilu mengenai kegagalan ibu sang penjaga gawang untuk menyaksikan langsung aksi anaknya akibat kendala visa Amerika Serikat.
Vozinha tercatat melakukan tujuh penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan yang membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match dalam laga debut bersejarah bagi negaranya tersebut.
Namun, tepat setelah peluit panjang berbunyi, sang penjaga gawang justru tertangkap kamera menangis tersedu-sedu sembari memeluk rekan setimnya selama beberapa menit.
Tangis Pecah di Tengah Sejarah Besar
"Ini adalah pesan terima kasih untuk semua orang di Tanjung Verde," ujar Vozinha dikutip dari The Athletic, Selasa (16/6/2026).
"Kami sangat senang setelah ini, kelompok pemain ini telah bekerja keras untuk menjalani momen ini. Ini adalah hari untuk merasa bangga dan puas."
Rasa bangga yang dirasakan Vozinha bercampur dengan kesedihan mendalam karena orang-orang tercintanya tidak hadir di tribun Atlanta Stadium.
Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Ungkap Kunci Keberhasilan Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026
"Saya menangis setelah pertandingan karena saya tumbuh bersama kakek dan nenek ketika saya masih kecil, dan mereka tidak bisa berada di sana. Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu."
Masalah Visa AS Jegal Kehadiran Sang Ibu
Selain mengenang mendiang kakek dan neneknya, Vozinha mengungkapkan fakta pahit mengenai ibunya yang tertahan di luar perbatasan Amerika Serikat.
"Ibu saya juga tidak bisa berada di sini karena masalah visa, dan uang yang harus kami bayar untuk itu. Kami tidak berhasil menyelesaikannya tepat waktu."
Meskipun memegang gelar pemain terbaik dalam laga tersebut, kendala administratif dan biaya pengurusan dokumen perjalanan menjadi tembok yang tak mampu ditembus oleh keluarga sang bintang.
Pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pun kini mulai dimintai klarifikasi oleh media internasional terkait masalah visa yang menghalangi kehadiran keluarga atlet di ajang bergengsi ini.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Berjanji Tak Malas Ikut Bertahan Jelang Prancis vs Senegal
-
Tahan Imbang Uruguay, Arab Saudi Perpanjang Catatan Wakil Asia Belum Kalah di Piala Dunia 2026
-
Susah Payah Hadapi Arab Saudi, Maximiliano Araujo Selamatkan Uruguay dari Kekalahan
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
-
Belgia Imbang 1-1 Lawan Mesir, Rudi Garcia Klaim Laga Perdana Piala Dunia Selalu Sulit
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA
-
Deschamps: Prancis Bukan Favorit, Spanyol yang Bakal Juara Piala Dunia 2026
-
Tinggalkan AS, Winger Timnas Indonesia Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa
-
Selebrasi Pistol Mohammad Mohebi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, FIFA Didesak Bertindak
-
Paraguay Dibantai AS, Si Bulldog Menyalak Nyaring Sebut Gustavo Alfaro Cuma Jago Ngomong
-
Momen Emosional Lionel Scaloni Jelang Laga Perdana Argentina di Piala Dunia 2026
-
Pernah Dibikin Malu Shin Tae-yong, Herve Renard Dikabarkan Jadi Pelatih Tunisia
-
Satu Kata Penuh Makna Kuat Disuarakan Lionel Messi Jelang Argentina vs Aljazair