Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:13 WIB
Cape Verde sukses menahan imbang Spanyol 0-0 di Piala Dunia 2026. Disiplin pertahanan, rekor satu pelanggaran, dan aksi gemilang Vozinha jadi kuncinya. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Tim debutan Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0 melalui strategi pertahanan disiplin pada laga Piala Dunia 2026.
  • Keberhasilan menahan Spanyol mematahkan kritik mengenai format baru Piala Dunia 48 tim yang dianggap menurunkan kualitas.
  • Kiper Vozinha dan lini belakang Cape Verde mencatatkan sejarah meski Spanyol mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan berlangsung.

Ferran Torres dan Oyarzabal beberapa kali mendapatkan peluang emas, namun eksekusi mereka gagal menembus pertahanan lawan atau meleset dari sasaran.

Hasil imbang ini memperpanjang catatan mandul Spanyol di putaran final Piala Dunia, di mana mereka belum lagi mencetak gol sejak laga melawan Jepang pada edisi 2022.

Magis Kiper Veteran di Bawah Mistar

Selain pertahanan yang solid, sosok kiper senior Vozinha menjadi faktor kunci yang memastikan gawang Cape Verde tetap perawan hingga peluit panjang berbunyi.

Kiper berusia 40 tahun tersebut sukses menggagalkan tujuh tembakan tepat sasaran dari para pemain Spanyol dengan serangkaian penyelamatan akrobatik.

Penampilan gemilang ini membuat Vozinha menjadi kiper tertua ketiga dalam sejarah yang berhasil mencatatkan clean sheet di ajang Piala Dunia.

Hanya legenda Peter Shilton dan Dino Zoff yang memiliki usia lebih tua saat mencatatkan rekor serupa di turnamen sepak bola paling bergengsi ini.

Cape Verde bahkan hampir memenangkan pertandingan pada menit-menit akhir melalui sundulan Diney Borges, namun bola masih bisa diamankan oleh kiper Spanyol, Unai Simon.

Hasil imbang tanpa gol ini mencatatkan sejarah baru sebagai jarak peringkat FIFA terbesar (65 peringkat) bagi tim yang berhasil menghindari kekalahan di Piala Dunia.

Baca Juga: 2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?

Cape Verde yang hanya memiliki populasi sekitar setengah juta jiwa merupakan negara terkecil kedua yang pernah lolos ke putaran final setelah Curacao.

Pertandingan ini membuktikan bahwa simulasi komputer yang sebelumnya hanya memberikan peluang imbang sebesar 8,1 persen bagi Cape Verde berhasil dipatahkan di atas lapangan.

Kejutan dari tim debutan ini sekaligus membungkam kritik terhadap format 48 tim Piala Dunia 2026 yang dianggap akan menghasilkan banyak pertandingan tidak seimbang dan membosankan.

Kini Cape Verde mengoleksi satu poin penting yang menjaga asa mereka untuk bersaing di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.

Load More