- Federasi sepak bola Tunisia resmi memecat pelatih Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak 5-1 dari Swedia di Piala Dunia 2026.
- Keputusan pemecatan diambil karena performa buruk tim serta adanya laporan perselisihan fisik di dalam kamp latihan Tunisia.
- Kondisi ini menempatkan Tunisia di dasar klasemen Grup F dan menyulitkan mereka untuk melaju ke babak gugur turnamen.
Suara.com - Federasi sepak bola Tunisia secara mengejutkan resmi memutus kontrak sang manajer, Sabri Lamouchi, tepat setelah kekalahan memalukan di laga perdana Piala Dunia 2026.
Kekalahan telak 5-1 dari Swedia menjadi pemicu utama diambilnya keputusan ekstrem yang mengguncang panggung turnamen empat tahunan ini.
Langkah ini diambil demi menyelamatkan wajah tim nasional Tunisia yang kini terjerembap di dasar klasemen sementara Grup F setelah dipermalukan secara terbuka.
Prahara di Ruang Ganti Les Aigles de Carthage
Meski hanya terpaut tujuh peringkat dari Swedia dalam ranking dunia FIFA, Tunisia tampil sangat tidak berdaya di bawah tekanan skuad asuhan Graham Potter.
Gelontoran gol dari Yasin Ayari (dua gol), Alexander Isak, Viktor Gyökeres, hingga Mattias Svanberg membuat Tunisia tampak sangat inferior di lapangan.
Sabri Lamouchi sendiri sempat mengakui kelemahan timnya yang tidak mampu membendung agresivitas serangan tim lawan sepanjang pertandingan.
"Piala Dunia adalah kompetisi besar yang tidak memaafkan tim mana pun yang melakukan kesalahan serius," ungkap Sabri Lamouchi saat memberikan keterangan usai laga dikutip dari SI, Selasa (16/6/2026).
Namun, kabar yang beredar di balik layar ternyata jauh lebih buruk daripada sekadar hasil akhir pertandingan di papan skor.
Baca Juga: Susah Payah Hadapi Arab Saudi, Maximiliano Araujo Selamatkan Uruguay dari Kekalahan
Laporan lokal dari media Tunisia mengklaim bahwa terjadi perselisihan fisik di dalam kamp latihan Tunisia sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Kondisi internal yang sudah tidak kondusif memaksa para petinggi federasi untuk segera menggelar rapat darurat guna mengambil langkah tegas.
Jurnalis kenamaan, Romain Molina, menjadi orang pertama yang membocorkan bahwa hasil rapat tersebut adalah pemecatan langsung bagi Lamouchi.
Lamouchi sendiri tercatat baru menangani tim pada Januari lalu. Namun, ia hanya mampu memberikan satu kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya.
Sejarah Kelam yang Berulang
Keputusan memecat pelatih di tengah turnamen Piala Dunia sebenarnya sangat jarang terjadi. Namun, Tunisia punya rekam jejak khusus mengenai hal ini.
Berita Terkait
-
Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Wasit VAR Shaun Evans Bebas Sanksi FIFA, Gestur 'OK' Terbalik Bukan Simbol Supremasi Kulit Putih
-
Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium
-
Mikel Oyarzabal 0 Sentuhan di 30 Menit Pertama! Begini Cara Cape Verde 'Matikan' Spanyol
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK