- Suporter Jepang yang membersihkan stadion saat Piala Dunia 2026 di Amerika Utara kini memicu perdebatan mengenai ketimpangan gender.
- Kritik muncul karena pria Jepang dinilai kurang berkontribusi dalam pembagian tugas domestik dibandingkan perempuan di rumah tangga mereka.
- Data OECD menunjukkan pria Jepang menghabiskan waktu sangat minim untuk urusan rumah tangga dibanding dengan partisipasi para perempuan.
Suara.com - Tradisi suporter Timnas Jepang yang selalu membersihkan tribun stadion usai pertandingan Piala Dunia 2026 justru memicu perdebatan panas di media sosial.
Meski aksi tersebut kerap mendapat pujian dari publik internasional, sebagian warganet melayangkan kritik terkait kebiasaan para pria Jepang dalam kehidupan rumah tangga.
Isu ketimpangan pembagian tugas domestik antara laki-laki dan perempuan menjadi alasan mengapa aksi terpuji di stadion Amerika Utara itu kini dipandang dari sudut yang berbeda.
Sentimen Negatif di Balik Viralnya Foto Stadion
Melansir laporan Malay Mail, gelombang kritik ini muncul setelah foto-foto pendukung Jepang yang memungut sampah usai laga imbang 2-2 melawan Belanda pada 14 Juni lalu kembali viral.
Reputasi global Jepang dalam hal kesantunan dan kepedulian terhadap fasilitas publik sebenarnya telah lama menjadi ciri khas yang dihormati dalam berbagai turnamen besar.
Namun, sebuah gambar sindiran hasil olahan kecerdasan buatan (AI) mendadak beredar luas dengan pesan menohok yang berbunyi, "tolong lakukan di rumah."
Poster parodi tersebut terinspirasi dari kampanye etiket Tokyo Metro yang terkenal di Jepang.
Gambar itu menampilkan seorang pria mengenakan jersi tim nasional yang sedang bersantai di sofa, sementara di sampingnya seorang wanita tampak sibuk mencuci piring sendirian.
Baca Juga: Son Heung-min Bidik Rekor Park Ji-sung saat Korea Selatan Tantang Meksiko di Piala Dunia 2026
Unggahan tersebut menyerukan agar para pria memprioritaskan pekerjaan rumah tangga dan perawatan anggota keluarga di rumah sebelum menunjukkan aksi serupa di ruang publik.
Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali dan menyentuh isu sensitif terkait peran gender dalam rumah tangga Jepang.
Para pengkritik berpendapat bahwa perilaku menjaga kebersihan di ruang publik tidak selalu mencerminkan kondisi yang terjadi di balik pintu rumah mereka.
"Kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal itu di rumah mereka sendiri," tulis salah satu komentar pada akun resmi Piala Dunia 2026 di platform X, sebagaimana dikutip Malay Mail.
Data Ketimpangan Gender Jadi Sorotan
Kritik tersebut muncul bukan tanpa alasan. Isu pembagian kerja rumah tangga yang tidak setara telah lama menjadi perhatian di Jepang.
Berita Terkait
-
Murat Yakin Puji Peran Pemain Pengganti usai Swiss Hajar Bosnia 4-1
-
Lionel Messi Dapat Kabar Buruk dari Keluarga di Tengah Piala Dunia 2026
-
Didikan John Herdman, Striker Kanada Jonathan David Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026
-
Ayah Lionel Messi Meninggal di Tengah Piala Dunia 2026? Keluarga Buka Suara
-
Ronaldo soal Tak Main Bagus : Portugal Bisa Saja Menang, Tapi...
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis