Bola / BolaTaiment
Minggu, 28 Juni 2026 | 11:06 WIB
FIFA akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pemerkosaan yang menjerat kapten timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes. [Instagram Ryan Mendes]
Baca 10 detik
  • Kapten timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes, dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap seorang penerjemah di Auckland, Selandia Baru, Maret 2026.
  • Kepolisian Selandia Baru sedang menyelidiki laporan dugaan pemerkosaan yang terjadi di sebuah hotel saat ajang FIFA Series berlangsung.
  • FIFA menyatakan menanggapi serius tuduhan tersebut dan sedang berkoordinasi dengan otoritas Selandia Baru terkait proses investigasi yang berjalan.

Suara.com - FIFA akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pemerkosaan yang menjerat kapten timnas Tanjung Verde, Ryan Mendes.

Kasus ini mencuat setelah seorang penerjemah asal Brasil melaporkan dugaan kekerasan seksual saat ajang FIFA Series di Selandia Baru, Maret lalu.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa pihaknya menanggapi serius setiap laporan pelanggaran.

“FIFA memperlakukan dengan sangat serius setiap tuduhan perilaku tidak pantas dan memiliki proses yang jelas untuk melaporkan insiden,” demikian pernyataan mereka.

Namun, FIFA belum memberikan detail lebih lanjut terkait proses yang berjalan.

Pertandingan antara Arab Saudi melawan Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Mereka hanya memastikan telah berkomunikasi dengan otoritas Selandia Baru, sambil menegaskan bahwa badan peradilan independen FIFA tidak mengomentari investigasi yang sedang berlangsung.

Kasus ini sendiri tengah ditangani oleh kepolisian Selandia Baru.

Laporan resmi tercatat pada 10 April 2026, setelah korban mengaku mengalami kekerasan seksual di sebuah hotel di Auckland pada 27 Maret.

Menurut keterangan korban, insiden terjadi setelah ia menghadiri sebuah acara di hotel yang awalnya dikira bagian dari tugasnya sebagai penerjemah.

Baca Juga: Gagal di Piala Dunia 2026, Arab Saudi Inginkan Jesus sebagai Juru Selamat

Ia kemudian kembali ke kamar karena merasa tidak enak badan, sebelum akhirnya mengaku diserang oleh Mendes yang masuk ke kamar tanpa izin.

Pemeriksaan medis yang dilakukan di klinik khusus korban kekerasan seksual menemukan sejumlah luka fisik.

Laporan tersebut mencatat adanya cedera pada area sensitif serta memar di beberapa bagian tubuh korban.

Federasi Sepak Bola Selandia Baru telah melaporkan kasus ini ke FIFA sejak Mei, menyusul pemberitaan media lokal.

CEO federasi, Andrew Pragnell, menyebut pihaknya mengambil langkah tersebut berdasarkan laporan yang beredar.

Sementara itu, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Federasi Sepak Bola Tanjung Verde terkait tuduhan terhadap pemain berusia 36 tahun tersebut.

Ryan Mendes sendiri diketahui merupakan pemain klub Igdir FK di Turki.

Load More