Bola / Bola Dunia
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB
Erling Haaland mencetak brace saat Norwegia mengalahkan Senegal 3-2 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Ia juga menyamai rekor Harry Kane. [FIFA]
Baca 10 detik
  • Norwegia kembali menurunkan skema terbaiknya demi mengamankan kemenangan krusial di babak gugur.

  • Erling Haaland berpeluang menyamai rekor gol beruntun 72 tahun milik legenda Sandor Kocsis.

  • Pantai Gading mengandalkan organisasi pertahanan solid untuk meredam agresivitas lini serang lawan.

Suara.com - Timnas Norwegia dipastikan kembali menurunkan kekuatan penuh demi menyegel tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Pelatih Stale Solbakken menurunkan trio andalannya sejak menit awal demi meruntuhkan tembok kokoh pertahanan Pantai Gading.

Langkah taktis ini diambil setelah sang arsitek sempat mengistirahatkan 10 pilar utamanya pada laga pamungkas fase grup.

Timnas Norwegia saat mengalahkan Swedia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. (Instagram/@herrelandslaget)

Berikut adalah 5 fakta mendalam dan peta taktik krusial menjelang bentrokan sengit kedua tim di Dallas Stadium.

1. Ambisi Besar Erling Haaland Mengejar Rekor Legendaris Sandor Kocsis

Striker Manchester City ini berada di ambang sejarah besar sepak bola modern dunia.

Bomber andalan The Lions tersebut berpeluang menjadi pemain pertama dalam 72 tahun terakhir yang mendulang multipel gol pada 3 laga Piala Dunia berturut-turut.

Catatan fantastis itu sebelumnya hanya bisa ditorehkan oleh legenda Hongaria, Sandor Kocsis, pada edisi tahun 1954 silam.

Dengan koleksi 4 gol dari laga kontra Irak dan Senegal, ketajaman Haaland kini menjadi tumpuan utama negaranya.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Casemiro Ungkap Sebab Bangkitnya Brasil Hingga Singkirkan Jepang

2. Skema Pragmatis Stale Solbakken yang Memanjakan Lini Serang

Gaya kepelatihan pragmatis menjadi kunci utama kembalinya Norwegia ke panggung tertinggi setelah absen selama 28 tahun.

Solbakken lebih memilih formasi fleksibel 4-3-3 atau 4-4-2 yang didesain khusus guna memberikan ruang tembak bagi sang ujung tombak.

Skema ini menempatkan Martin Odegaard sebagai motor serangan utama yang bertugas mengalirkan umpan-umpan matang ke lini depan.

Dukungan masif dari Alexander Sorloth dan Antonio Nusa di sektor sayap diyakini akan membuat pergerakan Haaland semakin tidak terbendung.

3. Keunggulan Historis The Lions Menghadapi Karakteristik Tim Afrika

Load More