Bola / Bola Dunia
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:47 WIB
Hong Myung-bo, pelatih Korea Selatan tanggapi isu keracunan makanan yang membuat performa anak asuhannya menurun. (reuters.com)
Baca 10 detik
  • Timnas Korea Selatan tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Utara setelah hanya meraih tiga poin.
  • Pelatih Hong Myung-bo menerima tekanan berat berupa aksi boikot serta ancaman pembunuhan dari suporter yang sangat kecewa.
  • Kepulangan skuad Korea Selatan di bandara disambut protes keras pendukung yang menuntut evaluasi besar terhadap performa tim nasional.

Suara.com - Kegagalan Timnas Korea Selatan melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Pelatih Hong Myung-bo kini menjadi sosok yang paling disorot setelah Taeguk Warriors gagal memenuhi harapan publik.

Perjalanan Korea Selatan harus terhenti sejak fase grup setelah hanya mengumpulkan tiga poin.

Hasil tersebut membuat mereka gagal mengamankan tiket ke babak 16 besar dan mengakhiri kiprah lebih cepat di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.

Korea Selatan menyiapkan fleksibilitas taktik sebagai senjata utama di Piala Dunia 2026. Hong Myung-bo tak ingin hanya bergantung pada Son Heung-min. [Dok. KFA]

Kekecewaan para suporter pun langsung meluap begitu tim dipastikan tersingkir.

Tak hanya kritik keras di media sosial, tekanan terhadap Hong Myung-bo disebut semakin mengkhawatirkan.

Media Korea Selatan, Chosun, melaporkan bahwa mantan kapten Timnas Korea Selatan itu menjadi sasaran aksi boikot hingga menerima ancaman pembunuhan dari oknum yang kecewa dengan performa tim.

"Restoran dan toko mulai mengumumkan memboikot (Hong Myung-bo) untuk masuk ke dalam. Kemudian di jagat maya muncul pula ancaman pembunuhan terhadapnya," tulis Chosun.

Laporan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang kini harus dihadapi pelatih berusia 57 tahun itu setelah gagal membawa Korea Selatan bersaing di Piala Dunia 2026.

Protes Warnai Kepulangan Timnas Korea Selatan

Baca Juga: Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026

Setelah tersingkir, rombongan Timnas Korea Selatan telah kembali ke negaranya. Kepulangan mereka di bandara diwarnai berbagai bentuk protes dari pendukung yang kecewa dengan hasil yang diraih selama turnamen.

Sejumlah spanduk bernada kritik terlihat menyambut para pemain dan staf pelatih. Dalam unggahan Korea Now, Hong Myung-bo bahkan tampak mendapat pengawalan ketat saat meninggalkan area bandara sebagai langkah antisipasi terhadap situasi yang berkembang.

Meski atmosfer diwarnai aksi protes, proses kepulangan skuad Taeguk Warriors dilaporkan berlangsung aman tanpa adanya insiden yang membahayakan.

Prestasi Korea Selatan Kembali Jadi Sorotan

Kegagalan di Piala Dunia 2026 semakin memperpanjang penantian Korea Selatan untuk kembali mencatat prestasi besar di panggung dunia.

Hingga kini, pencapaian terbaik mereka masih bertahan saat secara sensasional menembus semifinal Piala Dunia 2002.

Sejak momen bersejarah tersebut, Korea Selatan belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Bahkan, mereka juga pernah gagal lolos dari fase grup pada edisi 2014 dan 2018.

Sempat bangkit dengan mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2022 sebelum disingkirkan Brasil, performa Korea Selatan kembali mengalami kemunduran pada edisi 2026.

Hasil mengecewakan ini diperkirakan akan memicu evaluasi besar-besaran di tubuh Federasi Sepak Bola Korea Selatan.

Load More