- Belgia mendapat tambahan kekuatan setelah Jeremy Doku kembali dan Zeno Debast pulih dari cedera jelang duel kontra Senegal.
- Rudy Garcia meminta timnya tidak terlena dengan status unggulan, berkaca dari tersingkirnya Belanda dan Jerman di fase gugur.
- Laga kontra Senegal menjadi momen reuni Rudy Garcia dengan mantan anak asuhnya, Pape Thiaw, yang kini menangani Singa Teranga.
Suara.com - Timnas Belgia menatap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah kembali diperkuat sejumlah pemain penting.
Setelah sempat tampil kurang meyakinkan pada awal fase grup, tim berjuluk The Red Devils kini siap menghadapi wakil Afrika, Senegal.
Laga hidup-mati tersebut dijadwalkan berlangsung di Seattle, kota yang menjadi markas Belgia selama perhelatan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Mengutip Reuters, pelatih Belgia Rudy Garcia memastikan seluruh pemain dalam kondisi bugar dan siap diturunkan.
Jeremy Doku Kembali, Pertahanan Belgia Makin Solid
Kembalinya Jeremy Doku menjadi suntikan tenaga baru bagi lini serang Belgia.
Winger Manchester City itu sebelumnya absen karena mendampingi kelahiran putranya serta mengalami gangguan kesehatan ringan.
Selain Doku, Belgia juga mendapat tambahan kekuatan setelah bek muda Zeno Debast pulih dari cedera kaki yang sempat dialaminya.
Meski begitu, Debast diperkirakan belum langsung dimainkan sebagai starter demi memastikan kondisi fisiknya benar-benar pulih.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
"Dia akan membutuhkan waktu untuk kembali ke 100 persen kapasitas dan potensinya," kata Rudy Garcia.
Garcia mengaku tidak khawatir karena lini belakang Belgia tampil cukup solid sepanjang fase grup.
Belgia hanya kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan penyisihan, masing-masing saat menghadapi Mesir dan Selandia Baru.
"Tetapi itu tidak akan menjadi masalah, karena sejak awal kompetisi, kami telah menunjukkan pertahanan yang sangat kuat," ujar Rudy Garcia.
Pelatih berusia 62 tahun itu juga menegaskan kekuatan Belgia tidak hanya bergantung pada sebelas pemain inti.
"Yang terpenting bukan hanya sebelas pemain inti saja," tegas Garcia.
Berita Terkait
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona