- Cape Verde optimistis mampu menumbangkan juara bertahan Argentina pada babak 32 besar.
- Pelatih Bubista menyiapkan strategi kolektif dan menolak hanya fokus menghentikan Lionel Messi.
- Negara berpenduduk 500.000 jiwa ini lolos setelah menahan imbang tiga tim besar.
Suara.com - Timnas Cape Verde siap menciptakan kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia 2026 dengan menargetkan kemenangan atas Argentina. Kolektivitas tim menjadi senjata utama negara kecil ini untuk meruntuhkan dominasi sang juara bertahan di Miami.
Pelatih Pedro Leitao Brito menegaskan anak asuhnya tidak akan gentar menghadapi nama besar lawan. Mereka datang dengan membawa ambisi besar untuk menghentikan langkah Lionel Messi dan kawan-kawan.
Keberhasilan melaju dari fase grup menjadi bukti bahwa status tim underdog tidak bisa diremerkannya. Pencapaian bersejarah ini memicu motivasi berlipat ganda bagi skuad berjuluk Tubarões Azuis tersebut.
"Ada kepercayaan dan keyakinan dan itu sangat membantu," katanya.
Juru taktik yang akrab disapa Bubista ini memastikan para pemainnya bakal tampil menyerang tanpa beban.
Ia ingin timnya menikmati atmosfer pertandingan sekaligus tetap menjaga fokus tinggi sepanjang laga.
"Kami akan bermain dengan keberanian. Kami akan berani dan berjuang untuk kualifikasi. Kami ingin para pemain menikmati pertandingan, tetapi tetap fokus dan melakukan segalanya untuk melaju ke fase berikutnya. Tentu saja kami percaya. Kami percaya pada diri kami sendiri dan kekuatan kami, pemain kami, dan tim kami. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami bisa melukai lawan kami. Kami berani dan ambisius dan kami akan bermain untuk menang," ujar Bubista.
Kubu lawan dipastikan kembali menurunkan Lionel Messi sejak menit awal pertandingan. Kapten legendaris berusia 39 tahun tersebut telah mengoleksi 6 gol dari 3 laga awal.
Kendati demikian, Bubista menolak untuk menerapkan strategi yang hanya berpusat pada pergerakan megabintang tersebut.
Baca Juga: Alasan Emosional di Balik Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21 Portugal
Ia menilai kekuatan Argentina terletak pada kerja sama tim secara keseluruhan, bukan individu semata.
"Kami sebagai tim memiliki strategi sendiri, tidak hanya melawan Messi tetapi seluruh tim," ucap Bubista.
"Mereka adalah juara dunia saat ini dan salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami akan bermain melawan seluruh tim. Kami tahu Messi adalah salah satu pemain terbaik di dunia, tetapi kami bermain melawan seluruh tim," tambahnya.
Optimisme Cape Verde kian menebal setelah melihat kejutan besar yang diciptakan Paraguay atas Jerman. Fenomena runtuhnya tim-tim raksasa di fase gugur dinilai akan terus berlanjut.
"Tim yang disebut kecil telah menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing di tingkat permainan yang sama dengan tim yang disebut superior," tegas Bubista.
"Ini hanya menunjukkan bahwa tim kecil juga bisa menghadapi pertandingan yang paling menantang. Argentina akan menjadi tantangan bagi kami, tetapi kami ingin ini juga menjadi tantangan bagi mereka. Kami berada di sini karena kelayakan. Dalam 3 pertandingan terakhir kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing di tingkat tinggi. Kami tahu kualitas lawan kami, tetapi kami juga memiliki impian kami," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi