- Presiden Abdel Fattah el-Sisi memberikan apresiasi kepada tim nasional Mesir atas perjuangan mereka pada turnamen Piala Dunia 2026.
- Langkah timnas Mesir terhenti di babak 16 besar setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina di ajang internasional tersebut.
- Meski gagal melaju, performa Mesir yang sempat unggul dua gol dianggap sebagai tonggak sejarah baru bagi sepak bola nasional.
Suara.com - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim nasional sepak bola Mesir atas penampilan mereka di Piala Dunia 2026.
Meski gagal melaju lebih jauh, performa The Pharaohs dinilai membanggakan dan mencatat sejarah baru.
Dalam pernyataan resminya, El-Sisi memuji perjuangan para pemain yang tampil penuh determinasi sepanjang turnamen.
El Sisi menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola Mesir.
“Terima kasih kepada para pahlawan tim nasional sepak bola atas penampilan terhormat yang telah ditunjukkan. Kalian telah meraih pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Mesir,"
"Kami bangga kepada kalian, dan masa depan akan lebih baik, insyaAllah,” tulis El-Sisi di akun X.
Timnas Mesir harus mengakhiri langkah di babak 16 besar setelah kalah tipis 2-3 dari Timnas Argentina.
Dalam laga tersebut, Mesir sempat unggul dua gol sebelum akhirnya dibalikkan oleh Argentina di babak kedua.
Tim asuhan Lionel Scaloni sempat berada dalam tekanan sejak awal laga. Mesir membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi sepak pojok.
Baca Juga: Detik-detik Juara Bertahan Argentina Hampir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
Argentina mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-20 lewat penalti.
Namun, Lionel Messi gagal mencetak gol setelah tendangannya ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir.
Meski tertinggal, Argentina terus mendominasi permainan sepanjang babak pertama.
Sejumlah peluang tercipta, termasuk tembakan Messi yang membentur tiang gawang.
Memasuki babak kedua, Mesir kembali mengejutkan dengan gol Mostafa Ziko pada menit ke-21.
Gol tersebut membuat Argentina tertinggal 0-2 dan berada di ujung tekanan.
Berita Terkait
-
Detik-detik Juara Bertahan Argentina Hampir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Jejak Kotor Wasit Francois Letexier: Bikin STY Naik Pitam Kini Bikin Ngamuk Pelatih Mesir
-
Dramatis! Tertinggal Dua Gol, Lionel Messi Hidupkan Asa Argentina
-
Mimpi Buruk Argentina: Messi Mandul, Mostafa Ziko Bawa Mesir Unggul 2-0
-
Gol Mostafa Ziko Dianulir VAR, Argentina Masih Tertinggal dari Mesir
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Detik-detik Juara Bertahan Argentina Hampir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
-
Jejak Kotor Wasit Francois Letexier: Bikin STY Naik Pitam Kini Bikin Ngamuk Pelatih Mesir
-
Dramatis! Tertinggal Dua Gol, Lionel Messi Hidupkan Asa Argentina
-
Mimpi Buruk Argentina: Messi Mandul, Mostafa Ziko Bawa Mesir Unggul 2-0
-
Gol Mostafa Ziko Dianulir VAR, Argentina Masih Tertinggal dari Mesir
-
Kiper Mesir Mostafa Shobeir Bikin Messi Ukir Rekor Kelam di Piala Dunia
-
Salah Kirim Assist, Lionel Messi Gagal Penalti! Mesir Selangkah Lagi Cetak Sejarah
-
Lionel Messi vs Mesir 2005: Titik Balik yang Mengubah Nasib Argentina
-
Protes Ala Romelu Lukaku: Tiru Joget Gemoy Trump hingga Tatap Tajam Infantino
-
Statistik Horor Cristiano Ronaldo di Laga Terakhir Piala Dunia 2026: Tak Berdaya Tanpa Shoot on Goal