Bola / Bola Dunia
Rabu, 08 Juli 2026 | 03:25 WIB
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengalami momen emosional saat konferensi pers jelang laga pembuka Piala Dunia 2026. [@telefe]
Baca 10 detik
  • Pelatih Lionel Scaloni menunjukkan emosi haru setelah Argentina mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
  • Kemenangan dramatis diraih berkat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández yang membalikkan ketertinggalan di menit akhir.
  • Scaloni menyatakan bahwa semangat juang dan mentalitas pantang menyerah para pemain menjadi kunci keberhasilan tim mencapai perempat final.

Suara.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tak mampu menahan emosi usai kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dalam momen singkat di tepi lapangan, Scaloni terlihat terisak saat mencoba berbicara.

“Saya tidak bisa mengangkat kepala, maaf, saya sangat emosional. Luar biasa grup pemain ini,” ujarnya seperti dikutip dari TycSport.

Pada konferensi pers, Scaloni akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya dengan lebih tenang.

“Hari ini adalah ujian yang akan selalu diingat. Tim ini tidak pernah berhenti maju, dan itu yang membuat perbedaan,” katanya.

Lionel Messi, tak kuasa menahan air mata usai kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. [Instagram]

Ia menegaskan bahwa faktor mental menjadi kunci utama kebangkitan Argentina.

Menurutnya, taktik saja tidak cukup tanpa semangat juang yang ditunjukkan para pemain di lapangan.

Scaloni juga memberi pujian khusus kepada sang kapten, Lionel Messi, yang sempat gagal penalti namun bangkit mencetak gol penyeimbang.

“Leo bisa saja terpuruk, tapi dia selalu ingin mencoba lagi. Itu membuat saya merinding,” ucapnya.

Baca Juga: Wanita yang Buat Kevin De Bruyne dan Courtois Tak Saling Sapa Lebih dari Satu Dekade

Argentina sempat tertinggal hingga menit ke-79 sebelum Cristian Romero memperkecil skor.

Messi kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-83, sebelum Enzo Fernández memastikan kemenangan di menit ke-92.

Scaloni menyebut laga ini sebagai salah satu momen terbaik dalam kariernya.

“Saya menjadi pelatih untuk merasakan hal seperti ini. Emosinya luar biasa dan tak tergantikan,” tuturnya.

Load More