- Pelatih Lionel Scaloni menegaskan duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris murni merupakan pertandingan sepak bola.
- Pertandingan akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 Juli 2026, tanpa melibatkan isu politik masa lalu.
- Argentina dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi Inggris dengan mewaspadai performa Jude Bellingham serta striker Harry Kane.
Suara.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, meminta semua pihak tidak mencampurkan isu politik dalam duel melawan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Menurutnya, pertandingan yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) waktu setempat, murni soal sepak bola meski kedua negara memiliki sejarah rivalitas panjang.
Pertemuan Argentina dan Inggris memang selalu menyita perhatian. Selain mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, duel ini juga kerap dikaitkan dengan Perang Kepulauan Falkland (Islas Malvinas) pada 1982.
Namun, Scaloni menegaskan sejarah kelam tersebut tidak seharusnya dibawa ke dalam lapangan hijau.
"Itu adalah masa yang sangat membekas dalam sejarah kami, tapi ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak ingin mencampuradukkan semuanya dengan peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu," tegas Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Fokus ke Semifinal, Bukan Rivalitas Politik
Di sisi lain, Scaloni memastikan kondisi skuad Argentina berada dalam keadaan baik meski harus menjalani beberapa pertandingan yang menguras tenaga hingga babak tambahan waktu.
Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut para pemainnya siap memberikan segalanya demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.
"Kami berada dalam kondisi yang baik dan sangat antusias menghadapi pertandingan ini. Ini semifinal Piala Dunia dan harapan kami masih utuh. Kami sangat berterima kasih kepada para pemain karena berhasil membawa kami kembali ke tahap ini," ujarnya.
Sebagai juara bertahan, Argentina berpeluang mencatat sejarah dengan menembus final Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut setelah sukses menjadi kampiun pada 2022.
Baca Juga: Murka Deschamps Kritik Penunjukan Wasit Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Perjalanan menuju semifinal tidak mudah. Lionel Messi dan kolega harus melewati laga dramatis saat mengalahkan Tanjung Verde 3-2, menumbangkan Mesir 3-2, hingga menyingkirkan Swiss 3-1 di perempat final. Dua dari tiga laga tersebut harus diselesaikan melalui babak tambahan waktu.
Meski demikian, Scaloni menolak menjadikan faktor kelelahan sebagai alasan.
"Kalau satu setengah bulan lalu ada yang menawarkan kami mencapai semifinal, tentu saya akan menerimanya. Jadi saya tidak peduli bagaimana kami bisa sampai di sini."
"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain. Lelah atau tidak, itu bukan masalah. Ini adalah semifinal Piala Dunia."
Waspadai Bellingham dan Harry Kane
Scaloni juga mengakui duel melawan Inggris selalu memiliki makna spesial. Ia masih mengingat perempat final Piala Dunia 1986 yang melahirkan dua gol legendaris Diego Maradona, termasuk gol ikonik "Tangan Tuhan" dan aksi solo yang hingga kini dikenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Berita Terkait
-
Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi
-
Kami Bermain Ceroboh: Pengakuan Jujur Mbappe Usai Prancis Dipermalukan Spanyol
-
Deschamps Ngeluh Soal Wasit, Luis de la Fuente Beri Balasan Menohok
-
Murka Deschamps Kritik Penunjukan Wasit Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Modal Bisa dari Mana Saja, Pramono Tegaskan JPO Tendean Tetap Dibangun Ulang
-
Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas