- Ketua Banggar DPR RI mengusulkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis menjadi Rp174 triliun untuk tahun 2027 mendatang.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana efisiensi tersebut meski perhitungan teknis anggaran masih terus diproses Badan Gizi Nasional.
- Kementerian Keuangan akan memperketat pengawasan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh wilayah Indonesia untuk menjamin tata kelola anggaran.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal wacana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional menjadi Rp 174 triliun di 2027.
Adapun usulan pemangkasan anggaran MBG jadi Rp 174 triliun ini dilontarkan oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. Meski begitu Purbaya masih belum menemukan angka pasti berapa banyak efisiensi anggaran tersebut.
"Saya enggak tahu, kita lihat nanti. Tapi akan ada efisiensi," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2026).
Menkeu Purbaya berkelakar kalau saat ini BGN sedang bingung karena masih melakukan perhitungan efisiensi anggaran. Makanya alokasi dana MBG hingga sekarang masih belum diumumkan.
Namun yang pasti, Purbaya menegaskan bahwa Pemerintah bakal melakukan efisiensi anggaran MBG.
"BGN-nya lagi bingung kali ya, lagi ngitung. Tapi jelas akan ada efisiensi," lanjutnya.
Ia pun meminta publik untuk tidak takut kalau Pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara sembarangan. Sebab saat ini BGN sudah bekerja sama dengan Kementerian Keuangan.
Purbaya menyebut kalau Kemenkeu bakal melibatkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk mengawasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Jika ada yang tidak beres, maka SPPG itu bakal ditutup.
"Nanti kalau jelek kita lapor, kalau tutup kita perlu tutup. Jadi enggak akan tanpa monitoring seperti dulu lagi," tegas Purbaya.
Baca Juga: Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
Banggar hitung efisiensi anggaran MBG
Sebelumnya Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah memprediksi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 akan jauh lebih kecil dari proyeksi awal.
Menurutnya, kebutuhan anggaran diperkirakan hanya sekitar Rp174 triliun setelah dilakukan sejumlah penyesuaian dan efisiensi. Said mengatakan angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya yang mencapai Rp268 triliun.
"Hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, proyeksi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil pelaksanaan program di lapangan. Salah satu sumber efisiensi berasal dari penyesuaian jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Itu satu. Kemudian yang kedua, kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita," jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan agar pembahasan program MBG tidak hanya terpaku pada besarnya anggaran. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan tata kelola berjalan baik dan kualitas makanan bergizi tetap terjaga.
"Yang penting menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga," tegas Said.
Meski demikian, Said menegaskan angka tersebut masih berupa proyeksi. Pembahasan anggaran MBG 2027 masih akan dibahas bersama pemerintah sebelum ditetapkan dalam APBN. Ia menargetkan keputusan final mengenai besaran anggaran akan diambil pada September mendatang.
Tag
Berita Terkait
-
Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
-
DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur
-
'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan
-
Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum
-
Purbaya Ogah Buru Orang Kaya RI demi Kejar Target Pajak: Saya Tak Akan Potong Angsa Emasnya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur
-
IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen