- Polres Metro Bekasi memburu pria berinisial HSLT atas dugaan penganiayaan berulang terhadap kekasihnya, TS, di Cikarang Selatan.
- Tindak kekerasan fisik terjadi sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2026 akibat adanya perselisihan dalam hubungan asmara.
- Korban berhasil meloloskan diri melalui jendela dan melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian untuk proses hukum.
Suara.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi mengintensifkan pengejaran terhadap seorang pria berinisial HSLT yang diduga melakukan penganiayaan berulang terhadap kekasihnya, TS (25), di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama tim operasional Satreskrim masih berada di lapangan untuk melacak keberadaan terlapor.
"Saat ini, personel dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama tim Opsnal Satreskrim masih berada di lapangan untuk melacak keberadaan dan mengejar terlapor," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Budi, penangkapan HSLT menjadi prioritas guna memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin perlindungan bagi korban. Ia juga mengimbau agar terlapor bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri.
Kasus tersebut terungkap setelah TS mendatangi Polres Metro Bekasi untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya. Saat membuat laporan, korban diketahui mengalami luka lebam pada bagian wajah dan tangan.
"Luka tersebut diduga akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh HSLT secara berulang sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2026," ujar Budi.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap korban dan terlapor telah menjalin hubungan asmara sejak April 2025. Keduanya diketahui tinggal bersama di sebuah hunian di kawasan Cikarang Selatan.
Polisi menduga rangkaian kekerasan itu dipicu oleh perselisihan yang terjadi di antara pasangan tersebut.
Budi menjelaskan korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri ketika pelaku meninggalkan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
"Korban TS akhirnya berhasil meloloskan diri dengan cara keluar melalui jendela, memanfaatkan situasi saat terlapor sedang pergi meninggalkan tempat tinggal mereka," ucap Budi.
Setelah berhasil melarikan diri, korban langsung mendatangi Polres Metro Bekasi untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Budi memastikan proses penyidikan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan fokus utama menangkap HSLT agar dapat dimintai pertanggungjawaban atas dugaan perbuatannya.
Sebelumnya, Pelaksana Harian Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono menyatakan penyidik Unit PPA bersama Unit Reserse Mobil (Resmob) telah diterjunkan untuk memburu terduga pelaku.
"Kami sudah menerima laporan adanya kejadian penyekapan, dan saat ini, anggota dari Unit PPA dan Unit Resmob Polres Metro Bekasi sedang memburu pelaku. Mohon doanya agar kasus ini cepat terungkap dan pelaku segera tertangkap," kata Ikhlas di Cikarang, Senin (13/7).
Berita Terkait
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
-
Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?