- Timnas Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026 dengan aksi perayaan menggunakan bendera kontroversial.
- Bendera buatan suporter dari seprai hotel tersebut diselundupkan ke dalam stadion untuk merayakan kelolosan menuju babak final.
- Aksi penggunaan simbol politik ini memicu kontroversi dan berpotensi menyebabkan sanksi FIFA bagi federasi sepak bola Argentina.
Suara.com - Kemenangan Timnas Argentina atas Timnas Inggris dengan skor 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026 menyisakan momen kontroversial.
Para pemain Argentina merayakan kelolosan ke final dengan mengibarkan bendera bertuliskan, Las Malvinas son argentinas.
Aksi tersebut langsung viral dan mematik kontroversial hingga FIFA didesak untuk memberikan hukuman.
Belakangan terungkap, bendera itu bukan atribut resmi, melainkan hasil improvisasi seorang suporter.
Dibuat dari Seprai Hotel
Dikutip dari TycSport, bendera tersebut ternyata dibuat dari selembar seprai hotel.
Seorang penggemar Argentina melukisnya secara sederhana sebelum pertandingan.
Karena aturan keamanan melarang atribut bertema Malvinas, yang dianggap berpotensi memicu ketegangan politik, bendera itu diduga diselundupkan ke stadion secara diam-diam.
Dilempar ke Lapangan
Baca Juga: FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
Momen krusial terjadi saat bendera itu dilempar dari tribun ke lapangan.
Gelandang Giovani Lo Celso menjadi pemain pertama yang melihat dan mengambilnya.
Setelah membaca tulisan di bendera, Lo Celso langsung mengangkatnya ke arah tribun.
Ia kemudian merayakannya bersama Lisandro Martinez dan Cristian Romero.
Aksi itu berpotensi menimbulkan konsekuensi serius. FIFA memiliki aturan ketat terkait simbol politik di dalam stadion.
Dalam kode etiknya, FIFA melarang segala bentuk atribut yang mengandung pesan politik atau berpotensi menimbulkan diskriminasi.
Jika terbukti melanggar, federasi Argentina bisa menghadapi sanksi.
Berita Terkait
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
Ancaman Final Piala Dunia 2026: Bernafas di New York Seperti Hisap 10 Batang Rokok
-
Strategi Pickford Berakhir Ironis, Botol Penalti Jadi Sorotan Argentina
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Utang BGN Tembus Rp1,6 Triliun, Ini Daftar Tunggakannya ke Pihak Ketiga
-
Cerita di Balik Spanduk Malvinas: Dibuat dari Seprai Hotel dan Diselundupkan Diam-diam
-
Bikin Candu Warganet, Apa Sih Makna Lagu 'Sakedung Kading' yang Lagi Viral?
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
-
Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen
-
Minat Beli Logam Mulia Turun, Harga Patokan Ekspor Emas Jadi Merosot
-
Eksodus Besar-besaran! Daftar 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia 'Turun Kasta' ke Super League
-
Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset
-
BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak