- Federasi Sepak Bola Jepang resmi mendukung Kozo Tashima menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
- Keputusan bulat yang diumumkan pada 5 November 2026 tersebut berbeda dengan sikap Konfederasi Sepak Bola Asia yang mendukung Infantino.
- Pencalonan Tashima berpotensi mendatangkan dukungan dari Eropa karena UEFA sebelumnya telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.
Tashima Kritik Kepemimpinan Infantino
Tashima sendiri sebelumnya sudah beberapa kali menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan FIFA. Salah satunya terkait proposal FIFA Forward Enterprise yang muncul pada Juli 2026.
Proposal tersebut mengusulkan pembentukan perusahaan komersial dengan melibatkan investor swasta melalui penjualan saham yang berkaitan dengan hak eksploitasi kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Rencana bernilai miliaran dolar itu akhirnya ditarik setelah mendapat gelombang kritik.
Dalam pernyataannya pada 5 November, Tashima menilai FIFA perlu dikembalikan pada prinsip keadilan dan transparansi.
Dia juga menyinggung sejumlah kontroversi, termasuk persoalan kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Balogun dan masalah masuknya delegasi Iran ke negara tuan rumah Piala Dunia 2026.
"Hal terburuk adalah membiarkan Infantino terus menjabat tanpa harus melalui pemilihan," kata Tashima.
Dia menegaskan bahwa memperjuangkan nilai-nilai yang dijunjung sepak bola Jepang jauh lebih penting daripada sekadar menang atau kalah dalam perebutan kursi Presiden FIFA.
Berpeluang Mendapat Dukungan Eropa
Pencalonan Tashima berpotensi mendapat perhatian dari sejumlah federasi yang tidak puas dengan kepemimpinan Infantino. Jepang memiliki posisi penting dalam sepak bola Asia sekaligus hubungan luas dengan federasi di Eropa.
Pada 8 Oktober 2026, UEFA secara terbuka menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA saat ini dan meminta adanya perubahan di jajaran petinggi organisasi tersebut.
Menurut laporan The Guardian pada 5 November 2026, Tashima telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat UEFA di Tokyo pada bulan sebelumnya.
Dia disebut berpeluang memperoleh dukungan dari Eropa, meski UEFA belum secara resmi menyatakan dukungan terhadap pencalonannya.