- Federasi Sepak Bola Jepang resmi mendukung Kozo Tashima menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.
- Keputusan bulat yang diumumkan pada 5 November 2026 tersebut berbeda dengan sikap Konfederasi Sepak Bola Asia yang mendukung Infantino.
- Pencalonan Tashima berpotensi mendatangkan dukungan dari Eropa karena UEFA sebelumnya telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.
Suara.com - Jepang membuat kejutan dalam perebutan kursi Presiden FIFA. Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) resmi mendukung mantan presidennya, Kozo Tashima, untuk maju menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.
Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Infantino yang sebelumnya diperkirakan mendapat dukungan luas dari kawasan Asia.
Langkah Jepang juga membuka peluang munculnya persaingan lebih ketat dalam pemilihan orang nomor satu sepak bola dunia tersebut.
JFA mengumumkan dukungan kepada Tashima pada 5 November 2026. Keputusan itu disepakati secara bulat oleh 14 anggota pimpinan federasi sepak bola Jepang.
Tashima bukan sosok baru dalam lingkungan FIFA. Pria berusia 68 tahun itu pernah memimpin JFA pada 2016-2024 dan menjadi anggota Dewan FIFA sejak 2015.
Jepang Berbeda Sikap dengan AFC
Keputusan Jepang terbilang mengejutkan karena hanya berselang sekitar dua pekan setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan dukungan kepada Infantino.
Dalam kongres luar biasa AFC di Tokyo pada 23 Oktober 2026, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa secara terbuka mendukung Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA.
Saat itu, Presiden JFA Tsuneyasu Miyamoto menyatakan Jepang pada dasarnya akan berjalan bersama AFC.
Namun, Miyamoto pada 5 November menegaskan bahwa federasinya belum pernah secara resmi menyatakan dukungan kepada Infantino.
Pencalonan Tashima memperlihatkan bahwa Jepang memiliki sikap sendiri dalam menentukan arah dukungan pada pemilihan Presiden FIFA.
Perbedaan pandangan tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak akhir Oktober.
Mantan pelatih Timnas Jepang, Takeshi Okada, mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden JFA pada 24 Oktober, sehari setelah pernyataan dukungan AFC kepada Infantino.
Okada, yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 1998 dan 2010, menilai integritas harus tetap menjadi prinsip utama dalam olahraga.
Dia juga mengkritik sejumlah keputusan FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.