- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen pada kuartal III 2026.
- Capaian tersebut melampaui kinerja sejumlah negara G20 seperti China, Korea Selatan, Jerman, dan Jepang.
- Berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 berada pada kisaran 5,0 hingga 5,2 persen.
Suara.com - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik ketimbang Negara G20 seperti China, Korea Selatan, Jerman, hingga Jepang selama kuartal III (Q3) 2026.
Menko Perekonomian menyebut kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Jika dihitung secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026 atau year to date (ytd), pertumbuhan ekonomi RI tercatat 5,45 persen.
"Capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (5/11/2026).
Airlangga lalu memaparkan perbandingan ekonomi RI dengan negara G20 di Q3 2026, yang mana pertumbuhan ekonomi China mencapai 4,5 persen, Korea Selatan (Korsel) 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, dan Jepang 0,7 persen. Hanya India yang melampaui RI dengan pertumbuhan 7,8 persen.
"India tumbuh lebih tinggi, yaitu di angka 7,8 persen," lanjut dia.
Untuk keseluruhan tahun 2026, Airlangga juga menjabarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI bakal berada di angka 5,0-5,2 persen.
Prediksi ini diperolehnya dari berbagai lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, hingga Asian Development Bank (ADB).
"Berbagai lembaga internasional itu melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik IMF, OECD, maupun ADB, range-nya di tahun ini antara 5,0% hingga 5,2%. Itu juga diperkirakan di tahun 2027," jelasnya.
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama triwulan III 2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini melesat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana ekonomi pada triwulan III 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen.