Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus menyiapkan strategi guna menghadapi berbagai tantangan di tengah situasi "higher for longer" yang saat ini tengah berlangsung.
Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mulai memperlambat penyaluran kredit di sektor mikro dan fokus pada perbaikan aset di segmen tersebut yang cenderung mengalami penurunan kualitas. Jika perbaikan aset ini tidak memungkinkan, BRI akan melakukan penghapusan pembiayaan bermasalah dari pembukuannya.
Sebagai informasi, segmen UMkM mendominasi 81,69% dari total portofolio kredit BRI. Oleh karena itu, kebijakan suku bunga The Fed yang saat ini berada di level 5,25%-5,5% sangat mempengaruhi pertumbuhan kredit bank tersebut.
"Tahun lalu, kami telah melakukan penghapusan pembukuan sebesar Rp32 triliun tanpa mengganggu modal. Saat ini, aset yang sudah dihapus tersebut sedang kami upayakan pemulihannya dan dicatat sebagai bagian dari recovery," kata Sunarso dalam Public Expose Live yang berlangsung pada Kamis, (29/8/2024).
Selain itu, BRI juga terus menggenjot digitalisasi secara bertahap. Namun, Sunarso menyebutkan bahwa hal ini bukanlah hal yang mudah karena sebagian besar pasar BRI berada di desa-desa yang belum sepenuhnya melek teknologi.
"Oleh karena itu, kami memulai dengan model hybrid banking melalui agen BRILink. Di sini, kami menyediakan layanan di warung-warung agen BRILink. Hubungan antara warung dengan BRI bersifat digital, namun hubungan antara warung dengan pelanggan tetap secara offline," jelasnya.
Selain itu, bank milik negara ini juga merencanakan diversifikasi penyaluran kredit ke sektor korporasi. Menurut Sunarso, perkembangan teknologi memperluas jejaring antara pengguna akhir dan korporasi, sehingga BRI tidak bisa lagi hanya mengandalkan sektor mikro.
"Kami tidak bisa hanya berfokus pada satu segmen saja. Kami perlu melayani segmen mulai dari mikro hingga korporat, meskipun dengan proporsi yang tetap kami kendalikan," ujar Sunarso.
Hal ini tercermin dalam angka penyaluran kredit BRI pada semester pertama 2024 yang didorong oleh segmen korporasi. Secara keseluruhan, total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.336,78 triliun, tumbuh 11,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Baca Juga: Inovasi BRI Berbuah Manis, Ribuan Agen BRILink di Sumatera Dongkrak Inklusi Keuangan
Pertumbuhan kredit yang agresif ini didukung oleh semua segmen bisnis yang menunjukkan pertumbuhan positif. Segmen korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 29,2% yoy, diikuti oleh segmen menengah dengan pertumbuhan 31,6% yoy, dan segmen konsumer sebesar 11,5% yoy. Sementara itu, segmen usaha mikro dan kecil masing-masing tumbuh sebesar 7,8% yoy dan 2% yoy.
Dari sisi proporsi, segmen UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) masih mendominasi portofolio kredit BRI dengan nilai Rp1.095,64 triliun, atau 81,69% dari total penyaluran kredit selama semester I/2024.
Seiring dengan momentum positif dalam penyaluran kredit, BRI juga menjaga kualitas asetnya di tengah meningkatnya angka kredit bermasalah di segmen UMKM. Ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang berada pada angka 3,05% selama enam bulan pertama tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BRI Jaring Lulusan Terbaik UGM Lewat BRILIANEXT, Beri Jalur Cepat Menuju Future Leader
-
BRI Bantul Salurkan KUR hingga Rp1,25 Triliun per Mei 2026, Dorong Kemajuan UMKM dan Ekonomi Daerah
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
Penyaluran KUR Tembus Rp2,3 Triliun, BRI Klaten Perkuat UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah
-
Upgrade Kartu BRI Debit Sekarang: Transaksi Lebih Cepat, Dapat Cashback Langsung!
-
Promo dan Hadiah Eksklusif BRI di Jogja Financial Festival 2026
-
Dapatkan Diskon Paket Data Tri Lewat BRImo, Begini Caranya!
-
BRI Luncurkan Fitur QRIS Alipay Dinamis di Mesin EDC, Ini Cara Transaksinya
-
Harga Mobil Listrik Tetap Murah Meski Ada Kebijakan Baru? Begini Kata BRI Finance
-
Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok