Keberhasilan menekan beban bunga ini menjadi faktor kunci yang mendongkrak Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 4,84% yoy hingga mencapai Rp19,14 triliun.
Kendati demikian, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) mengalami sedikit tekanan menjadi 6,15%, turun dari periode tahun lalu yang sebesar 6,25%.
Secara grup, manajemen BRI tetap optimis dengan menetapkan target NIM pada rentang 7,4% hingga 7,8% di sepanjang sisa tahun 2026.
Strategi Pengurangan Risiko dan Operasional
Kualitas aset yang terjaga membantu BRI dalam melakukan efisiensi pada pos kerugian kredit (impairment). Fakta keuangan menunjukkan penurunan pencadangan sebesar 15,77% menjadi Rp7,54 triliun. Penurunan beban provisi ini secara otomatis mendorong efisiensi operasional secara keseluruhan.
Beban operasional tercatat turun 2,4% menjadi Rp9,53 triliun. Kombinasi antara pendapatan yang terjaga dan penghematan biaya operasional ini menghasilkan laba operasional sebesar Rp9,61 triliun, atau tumbuh impresif sebesar 13,14% dibandingkan tahun lalu.
Dominasi Dana Murah (CASA) dan Likuiditas
Di sektor pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 9,26% yoy menjadi Rp1.508,84 triliun. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Fakta rinciannya menunjukkan:
- Giro tumbuh pesat sebesar 16,48% menjadi Rp428,89 triliun.
- Tabungan meningkat 11,57% menjadi Rp588,38 triliun.
- Deposito tumbuh moderat sebesar 1,28% menjadi Rp491,57 triliun.
Dengan total dana murah mencapai Rp1.017,27 triliun (tumbuh 13,59% yoy), rasio CASA BRI tetap solid di level 67,42%.
Baca Juga: IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok
Struktur pendanaan yang sehat ini memberikan fleksibilitas bagi BRI dalam mengelola margin.
Selain itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) juga terpantau lebih longgar di level 89,22% dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 90,53%, memberikan ruang napas yang lebih luas bagi perseroan dalam penyaluran kredit ke depan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
-
IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung
-
Peran Strategis BRI di Balik Kesuksesan Internasional UMKM Yummy Craft
-
BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026
-
Modal Foto Makanan dan Dukungan LinkUMKM BRI, Bawa Yummy Craft di Kancah Global
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Peran Strategis BRI di Balik Kesuksesan Internasional UMKM Yummy Craft
-
Modal Foto Makanan dan Dukungan LinkUMKM BRI, Bawa Yummy Craft di Kancah Global
-
Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Buku Tabungan BRI yang Hilang
-
Intip Bunga Deposito BRI yang Pecah Telur di Tenor Jangka Pendek!
-
Cara dan Syarat Menjadi Nasabah BRI Prioritas Terbaru 2026
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026
-
Contact BRI 1500017 Apakah Bebas Pulsa? Simak Penjelasan Lengkapnya
-
Trik LinkUMKM BRI Buat Usaha Anda Jadi "Bankable" dan Mudah Dapat Pinjaman
-
Perjalanan Pastel Abon Jadul Asal Solo yang Sukses Bersama Link UMKM BRI
-
Membedah Peran Strategis Ekosistem LinkUMKM BRI dalam Mendukung UMKM Berkembang