Bri / News
Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:38 WIB
UMKM tercabaikan berkembang bersama BRI [Suara.com/BRI]
Baca 10 detik
  • Jenama kuliner lokal Bandung, Tercabaikan, berhasil modernisasi produk aci berkat ekosistem pendampingan komprehensif dari BRI.
  • BRI memfasilitasi UMKM melalui platform LinkUMKM yang menyediakan pendampingan digital dan pelatihan hingga akhir 2025.
  • LinkUMKM BRI menawarkan enam pilar terpadu termasuk pelatihan keterampilan dan fasilitasi legalitas usaha bagi pelaku UMKM.

Suara.com - Keberhasilan jenama kuliner lokal Bandung, Tercabaikan, dalam memodernisasi kudapan berbasis aci hingga menembus pasar digital menjadi bukti nyata efektivitas program pemberdayaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Melalui penyediaan ekosistem pendampingan yang komprehensif, BRI memposisikan diri sebagai motor penggerak utama bagi pelaku usaha kecil untuk bertransformasi dan bersaing di era ekonomi digital.

Tercabaikan, yang dikenal dengan inovasi menu seperti Baso Aci kuah keju hingga Kupat Tahu sambal geprek, merupakan satu dari jutaan UMKM yang merasakan dampak langsung dari visi pemberdayaan BRI.

Keterlibatan aktif pemiliknya, Ingra DP, dalam berbagai program pelatihan perbankan menjadi kunci utama perkembangan bisnisnya dari skala rumahan hingga menjadi entitas yang diakui secara luas.

Peran vital BRI tercermin melalui platform LinkUMKM, sebuah ekosistem pembelajaran digital yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha secara berkelanjutan.

Hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia telah memanfaatkan platform ini untuk mengakses pendampingan daring dan penguatan pasar.

Bagi Ingra, perkenalannya dengan LinkUMKM BRI di Rumah BUMN Bandung pada tahun 2020 menjadi titik balik operasional bisnisnya.

“Program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan (AI),” jelas Ingra.

Hal ini membuktikan bahwa BRI tidak hanya memberikan akses finansial, tetapi juga literasi teknologi mutakhir bagi UMKM.

Baca Juga: Intip Bunga Deposito BRI yang Pecah Telur di Tenor Jangka Pendek!

Enam Pilar Pendampingan Terpadu BRI

Guna memastikan setiap pelaku usaha mampu meningkatkan skalabilitasnya, BRI menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi dalam platform LinkUMKM:

  • UMKM Smart: Penilaian mandiri untuk mengetahui level kapasitas usaha.
  • Rumah BUMN: Pusat kolaborasi fisik dan pelatihan di berbagai wilayah.
  • UMKM Media & Komunitas: Wadah sinergi antar-pengusaha untuk menangkap peluang pasar.
  • Etalase Digital: Katalog daring untuk memperluas jangkauan promosi produk.
  • Register NIB: Memfasilitasi legalitas usaha sebagai syarat utama ekspansi.

Dukungan 750 modul pembelajaran yang disediakan BRI memastikan pelaku usaha memiliki kemampuan soft skill dan hard skill yang mumpuni untuk menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa fokus utama bank adalah menciptakan ekosistem yang membantu UMKM naik kelas secara sistematis. BRI berkomitmen membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar digital yang semakin berkembang.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Akhmad.

Load More