- BRI Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp90,88 miliar pada tahun buku 2025 di tengah dinamika industri pembiayaan yang menantang.
- Perusahaan berhasil melakukan efisiensi operasional dengan menurunkan total beban sebesar 12,59 persen menjadi Rp1,11 triliun sepanjang tahun 2025.
- Manajemen memperkuat struktur permodalan dengan meningkatkan total ekuitas menjadi Rp1,51 triliun serta memangkas liabilitas perusahaan secara signifikan.
Suara.com - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berhasil mempertahankan fundamental bisnis yang kokoh meskipun menghadapi lanskap industri pembiayaan yang penuh tantangan.
Sepanjang tahun buku 2025, anak usaha Bank Rakyat Indonesia ini membukukan laba bersih senilai Rp90,88 miliar.
Meski angka tersebut terkoreksi 12,53 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp103,90 miliar, capaian ini dinilai sebagai hasil dari langkah mitigasi dan penyesuaian strategi perusahaan yang dilakukan secara hati-hati (prudent) dalam menghadapi tekanan pendapatan serta fluktuasi pasar.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengungkapkan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Di tengah situasi industri yang dinamis, pengelolaan risiko yang ketat menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas aset.
"Kami terus melakukan berbagai adaptasi strategi bisnis demi memastikan operasional yang berkelanjutan. Fokus kami adalah memperkuat kualitas portofolio dan menjalankan manajemen risiko secara disiplin," ujar Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dari sisi pendapatan (top line), BRI Finance meraup total pendapatan sebesar Rp1,23 triliun pada 2025. Struktur pendapatan perusahaan menunjukkan diversifikasi yang sehat, dengan rincian kontributor utama sebagai berikut:
Pembiayaan Multiguna: Rp546,57 miliar.
Pendapatan Sewa Operasi: Rp375,74 miliar.
Pembiayaan Investasi: Rp175,91 miliar.
Lainnya: Pembiayaan modal kerja (Rp13,30 miliar), pendapatan bunga (Rp11 miliar), serta keuntungan dari penjualan aset sewa operasi (Rp46,11 miliar).
Salah satu sorotan positif dari kinerja BRI Finance adalah kemampuannya dalam melakukan efisiensi operasional. Total beban perusahaan terpantau turun 12,59 persen menjadi Rp1,11 triliun.
Baca Juga: Sektor Pertanian Jadi Motor Utama, Realisasi KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun
Penurunan beban pendanaan, yang tercatat sebesar Rp335,30 miliar, memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga margin perusahaan, diikuti oleh beban depresiasi serta gaji dan tunjangan karyawan.
Di sisi neraca keuangan, BRI Finance menunjukkan penguatan struktur permodalan yang cukup signifikan. Total ekuitas perusahaan tumbuh 6,33 persen menjadi Rp1,51 triliun.
Secara paralel, perusahaan mengambil langkah strategis dengan memangkas liabilitas hingga 37,6 persen menjadi Rp3,90 triliun.
Sebagai konsekuensi dari penyesuaian strategi dan fokus pada kualitas aset, total aset perusahaan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp5,41 triliun.
Langkah penurunan aset ini mencerminkan komitmen manajemen dalam melakukan pembersihan portofolio dan memperkuat posisi likuiditas secara berkelanjutan.
“Penguatan struktur modal dan optimalisasi liabilitas adalah fondasi penting bagi kami. Hal ini meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menangkap berbagai peluang pertumbuhan di masa yang akan datang,” pungkas Wahyudi.
Tag
Berita Terkait
-
BRI Fasilitasi Akses Modal KUR bagi Petani Binaan Polres Gunungkidul
-
Target Harga Saham BBRI, Analis Ungkap Rekomendasi Terkini
-
Alex Martins Tak Terbebani Target 20 Gol, Fokus Bawa Dewa United Tampil Maksimal
-
Wujudkan Masyarakat Sehat, BRI Peduli Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seluruh Indonesia
-
Sektor Pertanian Jadi Motor Utama, Realisasi KUR BRI Tembus Rp31,42 Triliun
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana