/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:15 WIB
Rekonstruksi kematian Brigadir J yang digelar Polri pada hari Selasa (30/8/2022). (Foto Istimewa --- Tangkapan Layar Polri TV)

SuaraCianjur.id- Dari rekonstruksi kematian Brigadir J yang digelar hari Selasa (30/8/2022), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan ada perbedaan dari hasil investigasinya dengan rekonstruksi yang digelar di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Satu yang jelas, kalau ngomong perbedaan pasti ada, tapi ini harus diuji lagi," ucap Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara usai mengikuti jalannya rekonstruksi, kepada wartawan, Selasa (30/8/2022).

Dirinya pun mengungkapkan, dalam rekonstruksi ini ada 78 adegan, namuna namun hanya 74 adegan yang diperagakan.

"Tapi kemudian jadi 74, itu yang kemudian juga kita teliti satu persatu soal kesesuaian dengan kronologi yang kami miliki," jelasnya.

Komnas HAM dan Kompolnas turut hadir menyaksikan rekonstruksi selain dari kelima tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi sebelumnya menyebutkan, total adegan yang akan diperagakan dalam rekonstruksi sejumlah 78 adegan.

16 adegan di antaranya merupakan reka peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

"Rincian di rumah Magelang sebanyak 16 adegan (meliputi peristiwa pd tanggal 4, 7, dan 8 Juli 2022)," kata Andi kepada wartawan.

Sedangkan, 35 adegan lainnya yang meliputi adegan peristiwa sesaaat dan setelah pembunuhan Brigadir J di Rumah Pribadi Ferdy Sambo. Kemudian 27 adegan lainnya memperagakan detik-detik terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J di Rumah Dinas Kadi Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Jarang Diketahui Ternyata Saat Memotong Kuku Ada Adabnya Juga Loh

"Kegiatan yang di reka ulang meliputi peristiwa yang terjadi di rumah Magelang, rumah Saguling dan rumah Duren Tiga meliputi 78 adegan," kata dia.

Load More