SuaraCianjur.id- Narasi soal kasus pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah kini kembali mencuat. Alasan itu seperti sebuah ‘blunder’ yang dibuat sendiri.
Seperti yang diketahui, mantan Kadiv Propam Polri kini telah menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Ia menyuruh istrinya untuk membuat laporan pelecehan seksual yang dialaminya dengan lokasi di rumah dinas Jalan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Laporan tersebut dibuat Putri pada hari Jumat (8/7) saat kematian Brigadir J.
Dalam berjalannya waktu, laporan yang dilakukan Sambo untuk mendukung skenario baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J itu gugur. Penyidik Bareskrim Polri menyatakan tidak ada alat bukti kuat yang bisa membuktikan hal tersebut.
Setelah laporan itu digagalkan, pengakuan Putri Candrawathi kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan harkat dan martabat dirinya benar-benar dinodai oleh Brigadir J, saat berada di Magelang.
Bahkan Komnas Perempuan menyebut jika Putri Candrawathi diperkosa di Magelang, tepatnya pada hari Kamis (7/7) petang. Waktu tersebut sehari sebelum Brigadir J dieksekusi tembak.
Pengakuan Putri Candrawathi tersebut, sejalan dengan motif yang diungkapkan oleh Sambo etika dilakukan pemeriksaan oleh Timsus di Mako Brimob, tentang alasan dirinya merencanakan pembunuhan terhadap ajudannya sendiri, pada hari Kamis (11/8) lalu.
Sambo kesal dan marah, karena harkat martabat keluarganya dilukai oleh Brigadir J di Magelang.
Dikatakan Kabareksirm Polri, Komjen Agus Andrianto cukup menyayangkan kenapa laporan Putri Candrawathi tidak membuat dugaan kasus pelecahan seksual yang terjadi di Magelang.
Baca Juga: Asyik! Kata Menaker BSU 2022 akan Ditransfer Hari Jumat Pekan Ini ke Karyawan
Keputusan untuk melaporkan TKP terjadinya dugaan pelecehan seksual di Duren Tiga bukan di Magaleng itulah, yang seolah menjadi kesalahan sendiri. Tentu saja pengakuan atas dugaan kasus itu terjadi sangat janggal.
"Sayangnya mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, sehingga tak ada olah TKP dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian (di Magelang) tersebut,” ujar Komjen Agus kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/9) kemarin.
Komjen Agus mengungkapkan bahwa soal dugaan kasus tersebut pahrus disertai dengan bukti yang nyata.
“Apapun yang dinarasikan bagi kami penyidik harus didukung alat bukti yang ada,” terang jenderal bintang tiga tersebut.
"Saya pernah ungkapkan yang tau hanya Allah, PC dan almarhum J yang tahu pastinya. Kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT. Kebenaran duniawi tentunya didasari atas keterangan saksi-saksi dan bukti," ungkapnya.
Sementara itu seperti yang dikatakan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, kalau kediaman Putri di Magaleng tidak memiliki CCTV.
"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi di Jakarta, Sabtu (3/9) kemarin.
Sementara itu Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu juga telah mengatakan ada beberapa kejanggalan, soal kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi di Magelang.
Edwin menyebut setelah dugaan pelecehan seksual itu terjadi, ada percakapan antara Putri dengan Bripka RR yang menanyakan keberadaan Brigadir J
“Jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual tapi korban masih tanya di mana Joshua,” kata Edwin.
Selain itu ada kejanggalan terakhir menurut Edwin, yakni masih ada pertemuan antara Brigadir J dengan Putri di Magelang usai terjadi peristiwa pelecehan seksual. Pertemuan keduanya sangat terasa kejanggalannya.
Edwin menyangsikan jika peristiwa pelecehan seksual itu benar-benar terjadi.
"Kemudian Yosua dihadapkan ke ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang itu di kamar dan itu kan juga aneh. Seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya apalagi misalnya pemerkosaan atau pencabulan," kata dia.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Perjalanan Karier Pemain Maluku Daijiro Chirino hingga Membela Klub Cristiano Ronaldo
-
8 Golongan Penerima Zakat Mal, Tidak Hanya Fakir Miskin
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
Minta Mobil Dinas Rp8,5 M, Intip Harta Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Istri
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar