SuaraCianjur.id- Akibat terlalu vokal dalam menyoroti kasus pembunuhan berencana Brigadir J, mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji mengaku mendapatkan teror.
Semenjak kasus ini mencuat ke publik dan ramai diperbincangkan hingga menjadi sorotan utama masyarakat, Susno Duadji cukup sering memberikan komentar soal pembunuhan Brigadir J.
Lemparan kritik dari Susno Duadji soal langkah Polri yang dinilai lamban dalam menangani kasus ini, kerap dilontarkan.
Dengan terang-terangan Susno Duadji mengatakan kalau dirinya menjadi Kapolri kasus pembunuhan yang didalangi oleh Ferdy Sambo akan tuntas tak kurang dari satu bulan.
Dengan pernyataan ini, Susno Duadji mengakut rupanya memantik teror terhadap jenderal bintang tiga tersebut. Bahkan teror tersebut disebut-sebut sampai mengancam nyawanya. Namun begitu dirinya tak gentar oleh ancaman tersebut.
"Saya kalau untuk menyatakan kebenaran mana pernah ada takut," jelas Susno Duadji melansir dari akun Youtube Uya Kuya TV, seperti dilihat pada hari Rabu (21/9/2022).
Bahkan Susno menyatakan kalau sikap vokalnya terhadap kebenaran sudah dilakukan sejak lama. Bahkan dirinya mengaku sampai dicopot dari jabatannya saat masih bertugas di Polri karena melakukan hal serupa.
"Saya zaman dulu sampai dicopot tapi sepanjang untuk membela kebenaran dan keadilan. Tapi kalau untuk ngawurngawuran enggak mau lah saya. Saya di sawah masih banyak gawean loh, saya ini menanam padi, kopi," kata Susno sambil tertawa.
Meski kerap mendapatkan teror, dirinya menegaskan akan tetap menyuarakan kebenaran.
Baca Juga: Konsep dr.Zaidul Akbar Sembuhkan Sakit Sendi Tanpa Obat Kimia, Cukup Makan Buah Ini Masalah Teratasi
"Tapi kalau untuk kebenaran, itu tanggung jawab manusiawi kita, tanggung jawab moral. Kejujuran dan moral itu adalah utama. Kita misalnya tidak bisa berbuat dengan kaki dengan tangan, ya minimal dengan pernyataan, gak bisa dengan itu minimal dengan doa," jelas Susno.
Bahkan Susno tanpa beban membocorkan sosok yang diduga memberikan teror kepadanya.
"Alah itu (teror) kan kecil, biasa. Saya katakan itu polisi liar itu, mana ada takutnya kita," kata Susno tegas.
Sebagai pensiunan Polri, Susno Duadji berpesan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo supaya bisa segera menyelesaikan kasus pembunuhan berencana ini.
"Dari awal sudah saya katakan, kasus ini very-very simple. Kenapa saya katakan sangat sangat simpel, Polri orang dimutilasi, orang dibuang di hutan saja kan bisa ngungkapnya. Dimutilasi itu kan identitas korban nggak jelas, kemudian siapa yang melakukan tidak tahu, kapan melakukan tidak tahu, dengan apa melakukan tidak tahu. Berarti kan perlu ilmu yang hebat," kata dia.
Kasus yang menjerat Ferdy Sambo ini sudah jelas karena sudah ada yang mengaku menembak Brigadir J. Termasuk beberapa unsur sudah tampak jelas.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Banding Ditolak, Kuasa Hukum Brigadir J Nilai Ferdy Sambo Jadi Jenderal Tak Punya Sikap Ksatria dan Pengecut
-
Segini Gaji Ferdy Sambo Sebagai Irjen, Sudah Dipecat Tak Berhak Dapat Gelar Purnawirawan dan Uang Pensiun
-
Terbaru! Kuasa Hukum Brigadir J Sebut Ferdy Sambo Jadi Penentu Kematian Tembak Bagian Kepala, Ada Peluru Antik di TKP
-
Muncul Wanita Mengaku Pegiat Media Sosial Tolak Keras Ferdy Sambo Dihukum Mati, Netizen: Mungkin Dia Tau Semuanya
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal