- Pengacara Elza Syarief resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum tersangka korupsi proyek Makan Bergizi Gratis, Sony Sanjaya.
- Elza sebelumnya memberikan pendampingan hukum secara probono atau gratis demi membantu proses penegakan hukum di Indonesia.
- Elza mundur pada 15 Juni 2026 karena merasa tidak lagi dipercaya setelah menemukan ketidakjujuran terkait aliran dana klien.
Suara.com - Dunia hukum dan politik tanah air dikejutkan dengan keputusan mendadak pengacara senior Elza Syarief.
Sosok yang dikenal kerap menangani kasus-kasus besar ini secara resmi menyatakan mundur dari posisi kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya.
Sony merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang tengah menjadi sorotan publik luas.
Keputusan Elza Syarief ini memicu tanda tanya besar, mengingat sejak awal ia memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma.
Elza mengungkapkan bahwa motivasi awalnya mendampingi Sony Sanjaya murni didasari oleh keinginan untuk membantu penegakan hukum tanpa mengharapkan imbalan materi.
Hal ini menjadi anomali di tengah kasus korupsi besar yang biasanya melibatkan biaya jasa hukum yang fantastis.
Elza Syarief menegaskan bahwa dirinya menangani perkara tersebut secara probono. Ia mengaku tidak memungut biaya sepeser pun dari Sony Sanjaya selama proses hukum berjalan.
Komitmen ini ia sampaikan sebagai bentuk profesionalisme dan kepedulian terhadap kasus yang menyangkut kepentingan publik tersebut.
"Saya bantu pak SS (Sony Sonjaya) secara probono alias gratis," kata Elza kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
Lebih lanjut, Elza menjelaskan bahwa transparansi keuangan antara pengacara dan klien adalah hal yang mutlak.
Dalam kasus Sony Sanjaya, ia memastikan tidak ada aliran dana apa pun yang masuk ke kantong pribadinya maupun tim hukumnya.
Ia membantah adanya isu mengenai permintaan imbalan di balik layar selama masa pendampingan.
"Tidak pernah terima uang sepeserpun dan tidak pernah minta juga dan tdk ada permintaan uang sama sekali," ujarnya.
Alasan utama Elza bersedia terjun langsung membela Sony Sanjaya pada awalnya adalah untuk memastikan bahwa konstruksi kasus korupsi di Badan Gizi Nasional ini dapat terungkap secara jelas.
Sebagai praktisi hukum senior, ia merasa memiliki tanggung jawab moral agar perkara yang merugikan negara ini tidak menjadi simpang siur di mata masyarakat.
Berita Terkait
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
'Saya Memang Tukang Lapor!' Firdaus Oiwobo Polisikan Tyo Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik Prabowo
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?
-
1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara
-
Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang