SuaraCianjur.id- Pihak dari Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) kembali mengungkap temuan adanya anggota kepolisian, yang secara sengaja melepaskan gas air mata ke arah tribun penonton.
Gas air mata itu diduga menjadi pemicu situasi keos yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, pada hari Sabtu (1/10) kemarin.
Anggota Kompolnas Mohammad Dawam menyebut, jika anggota kepolisian yang saat bertugas sama sekali tidak memahami penggunaan gas air mata, dalam pertandingan sepakbola.
"Anggota menanggapinya ini (gas air mata) bisa diberlakukan di berbagai situasi, kalau memang situasinya gawat," jelas Dawam saat dihubungi Suara.com, Selasa (4/10/2022).
Dawam merupakan anggota Kompolnas, yang ditugaskan untuk berangkat ke Malang dalam rangka meninjau langsung ke lokasi kejadian.
Menurutnya kurangnya informasi soal anggota kepolisian, dalam penggunaan gas air mata di dalam area stadion dalam pertandingan sepakbola, adalah sebuah hal yang harus diperbaiki dan dikelola serta dievaluasi kembali.
"Itu yang perlu memang ditata," kata dia.
Dalam tragedi Kanjuruhan Malangm penggunaan gas air mata menjadi indikasi utama penyebabnya jatuhnya para korban jiwa.
Sementara dalam aturan dari FIFA dilarang penggunaannya dan tertuang dalam Pasal 19(b). Dalam poin itu disebutkan, dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau "gas pengendali massa".
Baca Juga: Buat Pasutri Jangan Pernah Lakukan Ini saat Berhubungan Intim, Bisa Terkena Pidana Juga
Berikut isi FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19:
19 Pitchside stewards
In order to protect the players and officials as well as maintain public order, it may be necessary to deploy stewards and/or police around the perimeter of the field of play. When doing so, the following guidelines must be considered:
Any steward or police officer deployed around the field of play is likely to be recorded on television, and as such their conduct and appearance must be of the highest standard at all times.
No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.
Sebelumnya pertandingan Arema FC vs Persebaya berlangsung lancar dan kondusif pada hari Sabtu (1/10) malam.
Tag
Berita Terkait
-
Cuma 2 Pintu Stadion Kanjuruhan yang Terbuka, Kompolnas Duga Ada Pihak yang Kunci Pintu, Siapa Pemegangnya?
-
Suasana Duka Dibawah Gemercik Hujan, Viking The Jak di Cianjur Berkabung Nyalakan Lilin Terangi Tragedi Kanjuruhan
-
Liga 1 Dihentikan Sementara Bikin Program Persib Terganggu, Diluar Kendali Luis Milla
-
Ada Kabar Aremania Ditangkap saat Tragedi Kanjuruhan Malang, Polri Bantah dan Bilang Begini
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan
-
Millen Cyrus Pamer KTP Perempuan, Resmi Ubah Identitas?
-
Tragedi Jalur Soekarno-Hatta Probolinggo: Dua Nyawa Melayang dalam Kabin Truk yang Ringsek
-
Siapa Goldman Sachs yang Penasaran dengan Ekonomi Indonesia karena Paparan Menkeu Purbaya?
-
Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK
-
Jadwal Lengkap Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, Pendaftaran Cuma 10 Hari
-
Perang Bukan Solusi: Menilik Pesan Nostra Aetate di Tengah Perseteruan AS-Iran
-
Cara Cek PIP Lewat HP: Ini Persyaratan untuk Pencairan Dana Program Indonesia Pintar
-
Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel
-
Bupati Barru dan Sidrap Diperiksa Kasus Proyek Bibit Nanas, Kejati Sulsel Kejar Aktor Intelektual