/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:54 WIB
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang (Foto Istimewa / Media Sosial Twitter)

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah tegas melakukan pencopotan terhadap AKBP Ferli Hidayat sebagai Kapolres Malang.

AKBP Ferli mendapatkan pembelaan dari Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto, yang mengatakan jika langkah pengamanan sudah sesuai prosedur.

"Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian, Kapolres melihat secara prosedural sudah dijalankan," terang Albertus di Polres Malang, Selasa (4/10/2022) seperti dikutip dari Suara.com.

Langkah tersebut berupa menyediakan kendaraan Barakuda milik Brimob Polda Jawa Timur, yang digunakan untuk mengamankan para pemain dan ofisial dari tim Persebaya.

Bahkan menurutnya AKBP Ferli sama sekali tidak memberikan perintah untuk melepaskan gas air mata apalagi menyuruh untuk mengunci pintu Stadion Kanjuruhan.

"Tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci.  Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan eksesif dengan gas air mata," sambung Albertus.

Ferli sudah memerintahkan supaya pintu Stadion Kanjuruhan dibuka 15 menit sebelum pertandingan berakhir.

Sumber: Suara.com 

Baca Juga: Begini Ancaman Rizky Billar Saat Melakukan KDRT kepada Lesti kejora, Versi Pengakuan Saksi!

Load More