SuaraCianjur - Devi Athok Zulfitri masih dirundung kesedihan. Dua anaknya, Natasha Deby Ramadhani (16) dan Nayla Debi Anggraeni (13) tewas dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, pada Sabtu 1 Oktober 2022.
Kesedihan bertambah, ketika mantan istrinya yang juga ibu dari dua anakanya itu Geby Asta (43), turut tewas dalam kejadian tersebut.
"Sampai hari ini suara minta tolong masih terngiang di kuping saya. Semoga arwah kedua anak saya tenang di alam sana, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya dalam surga,” ungkap Warga Desa Krebet Senggrong Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang kepada Beritajatim.com-jaringan Suara.com.
Berhari-hari usai tiga orang yang sempat mewarnai hidupnya itu meninggalkan Athok, ia masih terngiang-ngiang teriakan dua anaknya saat meminta pertolongan di Kanjuruhan. Rasa sesal tak diingkarinya karena tidak dapat menolong kedua bidadarinya tersebut.
Athok menikah dengan Geby, dan melahirkan dua anaknya itu. Delapan tahun silam Athok dan Geby memilih berpisah dalam rumah tangga. Saat berpisah, dua anaknya ikut dengan Geby.
"Geby mantan istri saya juga meninggal dunia," kata Athok sambil menahan tangis.
Athok bercerita, malam tragis tersebut, kedua anaknya ingin menonton tim kesayangannya yakni Arema. Sayangnya Athok tidak dapat mendampingi saat itu.
"Saya bekerja, Tasya pamit mau nonton. Saya sempat khawatir. Apalagi ketika itu Tasya, Geby dan Nayla, duduk di tribun selatan. Selama ini Tasya tidak pernah nonton di tribun selatan."
"Selalu sama saya dan duduk di tribun Utara. Setelah pertandingan, saya dapat kabar ada ricuh. Saya ke Kanjuruhan. Suasana di depan stadion sudah ramai ketika itu. Saya cari anak saya dan bertemu di rumah sakit,” sambung dia.
Baca Juga: Sembilan Guru Besar Mendaftar Jadi Balon Rektor UNS
Malam itu, Athok mengemukakan, jika Tasya dan Nayla melihat pertandingan malam itu bersama Geby serta ayah tirinya, yang selamat dalam peristiwa itu.
Saat mendapat informasi anak dan mantan istrinya turut menjadi korban, dirinya langsung mendatangi Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen pada Sabtu malam itu juga.
"Waktu itu, saya sudah gelap mata. Sedih, marah dan tak tahu harus berbuat apa. Saya marah betul. Maaf untuk pihak rumah sakit, saya emosi sekali ketika itu. Sekali lagi tolong maafkan saya," ucap Athok terbata-bata.
Athok mengatakan, dua putrinya merupakan pendukung Arema FC. Bahkan, Natasha menjadi Aremanita sejati lantaran sejak kecil kerap diajaknya menyambangi pertandingan Singo Edan hingga ke luar kota. Tasha pun cukup dikenal Aremania dan Aremanita saat lawatan ke Bali. Almarhumah memiliki banyak kawan sesama suporter bola yang fanatik di Bali.
“Tasha mewarisi kecintaan saya terhadap sepakbola dan pendukung Arema. Sejak kecil, Tasha sudah sering ikut saya melihat pertandingan Arema. Tidak hanya laga home. Saya dan Tasha kerap mengikuti tim Arema jika bertanding ke luar Kota. Ke Jakarta, Magelang sampai ke Bali," ucapnya.
Ketiga jasad orang yang dicintainya dimakamkan di Pemakaman desa Wajak, Kabupaten Malang berdampingan. Athok mendesak agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas dan pelaku penembakan gas air mata harus ditangkap serta diseret ke pengadilan untuk pertanggungjawabkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'