SuaraCIanjur.id- Indeks kepercayaan masyarakat kepada Polri anjlok usai beberapa kasus yang melibatkan anggota kepolisian menjadi perbincangan di masyarakat.
Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut menyebut kalau kepercayaan publik kepada Polri turun.
Presiden juga menyebut kasus yang menimpa Polri hingga membuat runyam adalah kasus Ferdy Sambo.
Menurut Presiden Jokowi saat ini angka kepercayaan publik terhadap Polri rendah. Lantas Presiden Jokowi meminta kepada semua jajaran Polri untuk bekerja sama mendorong kembali kepercayaan masyarakat.
“Di November itu masih 80,2 persen, sangat tinggi, bukan tinggi, sangat tinggi sekali. Sekarang, kemarin Agustus, berada di 54 persen, jatuh, rendah sekali," kata Presiden ketika memberikan arahan kepada jajaran Polri di Istana Negara, Jakarta, seperti dilihat dalam akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (16/10/2022).
Presiden Jokowi menilai hal ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi semua jajaran dan harus dikerjakan.
"Itulah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini,” kata Presiden Jokowi.
Presiden pun mengatakan, sebelum ada kasus Ferdy Sambo kepercayaan masyarakat kepada Polri mendapatkan posisi terpuncak di atas lembaga lainnya.
Hal itu berkat kerja keras yang dilakukan semua jajaran ketika masa pandemi Covid-19.
Baca Juga: Perubahan Pemain Persib Bandung di Awal Kompetisi dan Sekarang Diungkap Luis Milla
“Tetapi begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo) runyam semuanya. Jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, tertinggi. Sekarang saudara-saudara harus tahu, menjadi terendah,” ungkap orang nomor satu di Indonesia ini.
Tak hanya itu Presiden Jokowi juga meminta dan menigngatkan kepada semua jajaran Polri untuk bisa peka atas situasi krisis yang terjadi.
Termasuk semua anggota Polri diminta untuk bisa lebih memperhatikan gaya hidup mewah. Hal ini biar tidak timbul kecemburuan sosial dan tak lagi menjadi sorortan masyarakat.
Presiden juga menyebut kalau saat ini kondisi di semua negara sedang dalam mode sulit dalam menghadapi terjangan gelombang dan badai ekonomi global. Sebanyak 66 negara menurutnya sudah ada dalam posisi rentan. 345 juta orang yang berada di 82 negara telah menderita kekurangan pangan yang serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Basa-Basi Digital yang Hampa Bikin Silaturahmi Terasa Capek dan Melelahkan
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Terpopuler: Template Balasan WhatsApp Ucapan Lebaran 2026, Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri
-
Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Tradisi yang Dilakukan Setelah Hari Raya Idulfitri
-
6 Sepatu Putih Senyaman New Balance 530 Versi Murah, Nyaman Buat Harian