SuaraCiajur.id- Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dimulai.
Dalam pembacaan dakwaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap detik-detik ketika Putri Candrawathi memanggil Brigadir J.
Brigadir J dipanggil oleh Putri di rumah Ferdy Sambo yang berada di Perum Mertoyudan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
JPU mengungkapkan hal itu dalam surat dakwaan, di sidang yang di gelar Pengadilan Negeri (PN) Jakrta Selatan.
Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal (Bripka RR), Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) dan Kuat Maruf terlibat dalam kasus tersebut.
JPU mengungkapkan dalam dakwaan tersebut, kalau Brigadir J sempat menolak untuk menemui Putri Candrawathi di kamarnya yang berada di lantai dua.
Mulanya Bripka RR mengajak Brigadir J untuk masuk ke rumah dan sebelumnya Bripka RR sempat bertanya kepada Brigadir J dengan kalimat ‘Ada apaan Yos?’ kemudian dijawab oleh Brigadir J ‘enggak tahu bang, kenapa Kuat marah-marah sama saya’.
“Kemudian saksi Ricky Rizal Wibowo mengajak korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadri J) masuk ke rumah karena dipanggil saksi Putri Candrawathi. Tetapi sempat ditolak oleh korban Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J),” jelas JPU ketika membacakan dakwaan dalam persidangan di PN Jaksel, Senin (17/10/2022), seperti dilihat dair Youtube Polri TV.
Kendati sempat menolak, namun Bripka RR kembali membujuk kepada Brigadir J hingga kahirnya korban bersedia untuk masuk ke rumah dan menemui Putri Candrawathi di kamarnya yang berada di lantai dua.
Baca Juga: Pakai Baju Batik Ferdy Sambo Khusu Dengarkan Pembacaan Dakwaan di Persidangan
Adapun posisi Brigadir J pada saat di dalam kamar duduk di lantai, sementara Putri Candrawathi duduk di atas Kasur. Bripka RR lalu meninggalkan keduanya yang sedang di dalam kamar pribadi Putri. Menurut JPU dalam membacakan dakwaan itu, mereka berdua berada di dalam kamar selama 15 menit.
Kemudian Brigadir J keluar dari kamar, lalu Kuat Maruf mendesak kepada Putri buat melapor kepada Ferdy Sambo.
“Ibu harus lapor Bapak biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga Ibu,” kata Kuat Maruf yang tertuang dalam berkas dakwaan.
Kendati demikian, saat itu Kuat Maruf memang masih belum mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya telah terjadi.
Ferdy Sambo kini sedang duduk di atas kursi persidangan mendengarkan pembacaan dakwaan bagi dirinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional