SuaraCianjur.id- Komnas HAM menyampaikan akan mendalami rekaman CCTV yang katanya hilang dalam Tragedi Kanjurhan Malang.
Rekaman CCTV itu menjadi salah satu catatan penting bagi Komnas HAM. Karena itu untuk mengungkap fakta yang terjadi dalam tragedi yang menewaskan 133 orang.
Menurut Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, pola hilangnya rekaman CCTV disebut sama dengan kasus rekaman CCTV pembunuhan berencana Brigadir J, oleh Ferdy Sambo.
Dalam kasus tersebut seperti diketahui, Ferdy Sambo memerintahkan sejumlah anggota kepolisian untuk menghilangkan rekaman yang berkaitan dengan kasustersebut sesuai dengan skenario yang dibuatnya,.
"Jadi Komnas HAM sampai saat ini masih mendalami soal CCTV yang hilang itu, rekaman itu. Karena ini kan polanya saya kira pola berulang, seperti kemarin mau dikaitkan dengan Sambo juga ada seperti itu," terang Beka kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (18/10/2022), seperti mengutip dari Suara.com.
Sementara itu, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang mengungkap tayangan CCTV yang di lobby utama dan lapangan parkir seperti ada bagian yang hilang.
Dari rekaman hanya menunjukkan durasi satu jam 21 menit, sedangkan durasi seharusnya tiga jam 21 menit.
"Dan ini kalau TGIPF masih belum menemukan CCTV yang hilang tentu saja kami akan dalami juga, sebagai bagian dari penyelidikan Komnas HAM. Apalagi Komnas HAM ini penyelidikannya masih berjalan. Jadi kami masih punya kesempatan untuk mendalami hal itu," terang Beka.
Bagian rekaman CCTV yang itu bagi Komans HAM adalah sebuah unsur yang sangat penting. Terutama untuk menyandingkan hasil penyelidikan.
Baca Juga: Bharada E Dinilai Kurang Beruntung Ada Dalam Waktu yang Salah di Kasus Pembunuhan Brigadir J
"Menjadi lebih detail, dan itu yang pertama. Yang kedua juga kita bisa tahu kronologi seperti apa sehingga memperjelas. Saya kira memperjelas latarbelakang, kenapa korban yang jatuh itu sangat banyak. Itu yang kedua," jelas Beka.
"Yang ketiga itu juga bisa digunakan untuk memperjelas pihak-pihak yang harus bertanggungjawab. Artinya di lapangan, maupun nantinya para pengambil kebijakan atau yang menyusun strategi pengamanan, rencana pengamanan. Saya kira itu," lanjutnya. .
Sebelumnya TGIPF menyebut, awalnya kalau rekaman CCTV merekam smeua pergerakan rangkaian Barracuda yang akan melakukan evakuasi terhadap Klub Persebaya.
"Pergerakan awal rangkaian Barracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di Lobby utama dan Area Parkir," kata TGIPF dalam laporannya.
TGIPF mengaku sedang mengupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Polri
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian