SuaraCianjur.id - Adzan Romer mengaku jika dirinya merasa terancam saat Bareskrim melakukan pemeriksaan kepadanya.
Adzan Romer merupakan mantan ajudan dari Ferdy Sambo yang kala itu dimintai keterangan terkait apa yang diketahuinya soal kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J atau Novriansyah Yosua Hutabarat.
Adzan Romer mengaku jika dirinya merasakan takut ketika proses BAP dilakukan. Menurutnya, ketika dirinya dimintai keterangan ada alat perekam laser yang ditempelkan di badannya.
Hal tersebut ditanyakan secara langsung oleh Ronny Talapessy selaku kuasa hukum Bharada E didalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Setelah itu yang periksa itu berbicara kamu bawa alat perekam ya?" tanya Ronny Talapessy.
Adzan Romer kemudian menjawab dengan menirukan pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik.
"Siap tidak 'Apa itu yang merah di badan kamu seperti laser'. Terus dimatikan lampunya sama bapak itu langsung dicabut," jawab Romer.
Ronny Talapessy selanjutnya menanyakan terkait apa yang menjadi penyebab Adzan Romer merasa takut dan terancam.
"Yang saya mau tanyakan, apa yang membuat saksi takut dan merasa terancam, sudah mengikuti skenario tembak-menembak?" tanya Ronny.
Baca Juga: Pesan Badai Buat Kerisptaih dan Sammay Simorangkir, Larang Bawa Lagu Ciptannya Tanpa Izin
Adzan Romer kemudian menjawab jika dirinya merasakan takut.
"Siap, takut," jawab Romer.
Kemudian Ronny Talapessy menanyakan apakah Adzan Romer merasa terancam saat proses BAP tersebut berlangsung.
"Waktu saudara saksi di BAP pernah tidak merasa terancam?" tanya Ronny lagi.
Adzan Romer pun menjawab jika dirinya merasa terancam.
"Terancam," jawab Romer.(*)
Berita Terkait
-
Ditanya Putri Candrawathi Sempat Lahiran di Tahun 2019, Ajudan Bongkar Status Anak Keempat Ferdy Sambo
-
Ajudan Ferdy Sambo Bongkar Kelicikan Skenario Sambo, Draf BAP Katanya Sudah Diatur, Hingga Disuruh Seperti Ini
-
Fakta Baru Terungkap dari ART Ferdy Sambo 2 Hari Usai Kematian Brigadir J, Putri Candrawathi Gelar Makan Bareng
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati