/
Selasa, 01 November 2022 | 12:43 WIB
Ayah dari Brigadir J Samuel Hutabrat memberikan keterangan dalam persidangan terhadap terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Cadnrawathi soal kematian anaknya (Foto: Tangkapan Layar Kompas TV)

SuaraCianjur.id- Ayah dari almarhum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan bagi terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Samuel Hutabarat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Dalam keterangannya di kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Samule merespon pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jaksa bernama Erna Normawati bertanya kepada Samuel soal kronologi yang diketahui oleh dirinya dalam seputar meninggalnya sang anak.

Samuel Hutabarat kemudian membeberkan soal pertama kali dirinya mengetahui Briigadir J tewas dari adiknya bernama Mahareza Rizky.

Tapi adiknya tidak memberikan penjelasan secara rinci, terkait dengan penyebab kematian Brigadir J. Mahareza memberikan kabar itu dalam sambungan teleponnya di Jakarta.

Samuel Hutabarat mengatakan penyebab tewas anaknya itu diketahui dari anggota Polisi bernama Leonardo Simatupang, saat menghantar jenazah Brigadir J ke rumhanya di Jambi.

Ferdy Sambo berpelukan dengan istrinya, Putri Candrawathi di depan keluarga Brigadir J yang hari ini bersaksi di sidang. (sumber: Foto: Suara.com M Yasir)

Samuel mengaku sempat mendesak beberapa kali untuk menceritakan persoalan apa yang menyebabkan sang anak tewas. Hanya saja Leonardo Simatupang itu menolak. Alasannya kematian anaknya karena aib.

“Saya desak terus kenapa rupanya Pak, ini adalah aib, itulah cerita Pak Simatupang, aib apa? Ini tidak pantas didengarkan orang banyak. Ini hanya bisa saya ceritakan sama keluarga inti,” jelas Samuel Hutabarat ketika bercerita perbincangannya dengan Leonardo Simatupang.

Samuel sempat berbincang alot pada saat situasi itu. Bahkan dirinya ingin melihat jenzah Brigadir J.

Baca Juga: Dua Terdakwa Pembunuh FS dan PC, Saling Berpelukan Saat akan Berhadapan dengan Keluarga Brigadir J

“Jadi saya bilang lagi sama Pak Leonarda ini semuanya yang di dalam rumah adalah keluarga, ipar-ipar saya semua, ceritakanlah Pak. Tidak pantas Pak untuk diceritakan didengar orang, sudah saya bilang Pak ini keluarga semua, diceritakan Pak Leonardo lah secara singkat kejadian di Duren Tiga,” kata Samuel menjelaskan.

Leonardo Simatupang kata Samuel menceritakan kalau Brigadir J masuk ke kamar Putri Candrawathi ketika berada di rumah dinas Duren Tiga. Saat itu disebutkan sedang menunggu hasil swab Covid-19.

Lalu Polisi itu menceirtakan kepada Samuel kalau Brigadir J sudah berbuat tidak senonoh.

Samuel mengatakan kalau Putri Candrawathi menjerit dan membuat Brigadir J panik. Ketika panik Brigadir J bertemu dengan Bharada E. Kemudian bertanya bertanya kenapa Putri Candrwathi menjerit.

Tapi masih berdasar cerita Leonardo Simatupang anaknya justru melepas tembakan ke arah Bharada E, sehingga terjadilah baku tembak antara keduanya.

Hingga akhirnya Brigadir J tersungkur dan bersimbah darah kemudian meninggal dunia.

Load More