SuaraCianjur.id – setiap orang butuh menjadi seorang yang ahli di suatu bidang. Tidak masalah bidang apa yang akan kita pilih, karena setiap orang bisa memiliki kesukaan yang berbeda.
Dilansir dari unggahan Instagram Irene Setiawan @merakit.hidup pada Sabtu (5/10/2022), berikut 5 cara seseorang agar ahli di suatu bidang:
1. Dengarkan Suara Hati Kita untuk Memilih Bidang yang Kita Suka dan Ahli
Coba lihat anak kecil yang dengan percaya diri mengatakan apa yang dia sukai atau menyebutkan cita-citanya.
Anak kecil bisa menjawab dengan jujur dan tegas karena tidak peduli dengan apa yang orang lain akan katakan.
Semakin dewasa kita, semakin mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, baik itu orangtua, teman dan lain sebagainya, hanya karena ingin terlihat lebih keren dan takut gagal.
2. Tentukan Goal di Bidang yang Sudah Kamu Pilih
Jangan meletakkan jumlah uang atau gengsi untuk tujuanmu diawal. Yang terpenting adalah kita memperoleh kesempatan untuk belajar, menambah skill dan pengalaman untuk menambah capital identity kita.
Dan capital identity itu yang akan membawa reward uang maupun karir di masa depan.
Baca Juga: Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan, Devi Atok: Anak Saya Itu Diracun
3. Memiliki Mentor untuk Membimbing Kita
Proses untuk menjadi ahli di bidang baru tidaklah mudah dan singkat. Karena itu Langkah nomor 1 penting untuk membuat kita bisa lebih bertahan menjalani prosesnya.
Dan jika kita ingin waktu yang lebih singkat tentu saja kita meminta masukan dari mentor yang tepat. Cari mentor yang benar-benar peduli pada kita dan mengajarkan semua cara mereka sehingga kita akan bisa lebih sukses dari mereka dengan cara kita.
4. Miliki Rasa Penasaran yang Tinggi, Berpikir Kreatif dan Inofativ
Kita akan membiarkan diri kita terjebak dalam rutinitas yang membosankan ketika kita hanya sekedar belajar dan mengikuti mentor kita.
Menjadi berani, selalu berpikir dengan cara yang baru dan terus tantang diri kita untuk naik ke level yang lebih tinggi.
5. Latih Skill Kita Sampai Menjadi Otomatis
Kuasai skill kita sampai kita bisa melakukannya secara otomatis. Sehingga otak atau pikiran kita tidak hanya memikirkan ‘bagaimana melakukannya’.
Tapi pikiran kitab isa digunakan untuk memikirkan dan fokus pada gambaran yang lebih besar seperti strategi, krativitas, inovasi dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?
-
Panas! Provokasi Lamine Yamal Jelang Kick Off Prancis vs Spanyol
-
Susunan Pemain Prancis vs Spanyol: Mbappe Pimpin Les Blues, La Furia Roja Andalkan Yamal
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan