- Kemen PPPA menyatakan judi online telah menjadi bentuk eksploitasi digital yang mengancam kesehatan mental serta masa depan anak.
- Anak yang kecanduan judi online berisiko mengalami penurunan prestasi akademik hingga nekat melakukan tindak kriminal dan pinjaman ilegal.
- Pemerintah akan mempercepat implementasi Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring untuk mencegah eksploitasi digital terhadap generasi muda.
Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengungkap dampak serius yang ditimbulkan judi online terhadap anak-anak. Selain mengganggu kesehatan mental dan prestasi akademik, anak yang terjerat judi online disebut dapat terdorong melakukan tindakan kriminal hingga terlibat pinjaman online ilegal.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan paparan judi online pada anak tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan perilaku individu semata. Menurutnya, fenomena tersebut telah berkembang menjadi bentuk eksploitasi digital yang mengancam masa depan generasi muda.
Di lapangan, kata Arifah, anak yang kecanduan judi online berisiko mengalami gangguan mental, kehilangan fokus belajar, hingga penurunan prestasi akademik secara drastis.
"Bahkan terdapat anak-anak yang nekat mencuri uang orang tua, berbohong, melakukan penipuan digital di lingkungan pertemanan, hingga terlibat pinjaman online ilegal demi memenuhi kebutuhan taruhan berikutnya," ujar Arifah kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, ancaman judi online terhadap anak kini setara dengan bahaya paparan pornografi maupun game online yang bersifat adiktif. Ketiganya dinilai sama-sama mengeksploitasi sistem dopamin anak dan berpotensi mengganggu fungsi otak yang berperan dalam pengendalian emosi serta pengambilan keputusan.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Salah satunya melalui percepatan implementasi Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring (PARD).
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah akan memperkuat pencegahan eksploitasi digital terhadap anak, termasuk judi online, meningkatkan koordinasi penegakan hukum terhadap pihak yang memanfaatkan anak di ruang digital, serta memperluas kampanye edukasi literasi digital bagi anak dan keluarga.
Selain itu, Kemen PPPA juga terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, kementerian terkait, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga penyedia platform digital.
Arifah mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan berbagai aktivitas digital yang membahayakan anak, termasuk indikasi eksploitasi maupun aktivitas lain yang berisiko terhadap keselamatan anak.
Baca Juga: Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan resmi melalui Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau melalui WhatsApp di nomor 08111-129-129.
Berita Terkait
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!
-
Anak Rentan Terpapar Bahaya Dunia Maya, Pemerintah Minta Orang Tua Jadi Pelindung
-
Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital
-
Sering Dipingpong Antarinstansi, Banyak Korban Kekerasan Akhirnya Pilih Stop Mengadu
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu