/
Minggu, 20 November 2022 | 13:05 WIB
Sosok Kharisma Jati yang patut diguga merendahkan dan hina ibu negara Iriana Jokowi (Foto: Suara.com / Twitter - @pn7l7h)

"Jadi kalau kenyataannya nggak seperti itu, ya jangan seperti itu. Kita berbicara harus berdasarkan etika," ujar Wahyu di tvOneNews.

Wahyu menilai kalau Kharisma Jati permintaan maaf dirinya tidak tulus. Hal itu terjadi karena memang niat awal dari Kharisma untuk menghina ibu negara.

"Saya tidak menganggap orang tersebut minta maaf dengan tulus, karena memang niatnya pertama dia sudah pengen ngatain tuh, pengen menghina. Kan dia bisa mengatakan kalau nggak usah deh, saya nggak usah seperti ini deh gitu bisa kan. Tapi dilakukan juga," kata Wahyu.

Bawasnaya kata Wahyu, setiaporang memiliki batasan dalam otaknya untuk menuliskan atau mengungkapkan sesuatu. (*)

Sumber:Suara.com/ TV One

Load More