SuaraCianjur.id - Anjing pelacak kepolisian yang lebih dikenal dipegang satua K9, berhasil menemukan beberapa orang korban tertimbun akibat gempa di Cianjur. Anjing-anjing pelacak pun pernah diturunkan untuk sebagian kasus pembunuhan.
Terbaru, anjing pelacak milik Polri, berhasil mendapatkan lima orang yang tertimbun, di Desa Cijedil, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.
"Dua dari lima jenazah yang ditemukan itu adalah ibu dan anak yang sedang berpelukan saat tim menemukannya," tuturnya dalam keterangan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Cianjur, Jumat (25/11/2022).
Anjing pelacak Polri kerap diturunkan unutk membantu korban bencana. Seperti saat bencana longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada 2021.
Lalu, anjing pelacak milik Polri ini juga pernah diturunkan saat bencana banjir dan tanah longsor di NTT, tahun 2021.
Anjing pelacak polisi juga pernah dibebankan untuk turut melakukan pengamanan.
Seperti saat polisi melibatkan anjing pelacak satuan K9 untuk sterilisasi sidang Habib Rizieq.
Kemudian pasca penyerangan di Mabes Polri oleh seorang wanita yang menyerang petugas di Mabes Polri pada tahun 2021.
Anjing pelacak dibebankan tugas untuk melakukan penjagaan usai insiden tersebut terjadi.
Baca Juga: Endusan K9 Temukan Titik Sumber Bau Diperkirakan Korban Tertimbun Longsoran gempa Cianjur
Terkahir, anjing pelacak juga diturunkan untuk menyusur kawasan ICE BSD, Tangerang. Dimana saat itu terdapat adanya ancaman bom di media sosial saat NCT 127 akan menggelar konser.
Anjing pelacak pun diturunkan, untuk menyusur tiap sudut kawasan tersebut.
Dalam penanganan gempa Cianjur, Polri pun kembali menurunkan anjing pelacak.
Mereka ditugasi untuk bantu melakukan pencarian terhadap korban tertimbun.
Empat hari pasca kejadian gempa, anjing pelacak polisi berhasil menemukan beberapa jasad warga yang tertimbun.
Sejarah K9 Polri pun berawal saat tahun 1888. Kala itu anjing dipakai kepolisian Inggris.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Alasan Program RT Berkelas Kota Malang Belum Bergulir
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
-
Saat Teman Lain Belajar, Mereka Masih di Jalan: Kisah Siswa Bogor yang Tempuh 2 Jam Perjalanan
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Sajak Rindu: Belajar Memaafkan Masa Lalu dari Perspektif Remaja Bugis
-
Menjinakkan Hantu di Kepala: Cara Berdamai dengan Kemarin dan Nanti
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026
-
Simak Jadwal One Way dan Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku