SuaraCianjur.id – Isak tangis dan jeritan Denise Chariesta saat melukat di Bali menuai simpati warganet.
Melukat yang dilakukan Denise Chariesta terlihat dilakukan dengan fokus, terlihat ia sangat meresapi rangkaian demi rangakian pembersihan diri tersebut.
Melukat merupakat ritual pembersihan diri, dengan mengeluarkan segala energi negatif.
Denise Chariesta melakukan ritual ini lantaran dirinya mengakui segala dosa yang telah ia perbuat.
"Oke guys, jadi kita hari ini mau melukat karena gue merasa sangat amat berdosa," ungkap Denise Chariesta seperti dikutip SuaraCianjur.id pada Sabtu (3/12/2022).
Seorang wanita yang memandu Denise Chariesta dalam melukat menjelaskan bahwa setiap harinya terkadang energi negatif muncul dari memendam rasa kesal, dari keinginan yang tinggi, energi tidak baik dari orang lain hingga dari diri sendiri, bisa dibersihkan dengan cara melukat.
Dengan penuh khidmat Denise Chariesta mendengarkan langkah-langkah melukat yang disampaikan oleh wanita berkebaya putih tersebut.
Tak tanggung-tanggung, pelukatan Denise Chariesta dilakukan dengan memakai 570 air suci yang tentu tidak didapat dengan mudah, harus melalui ritual-ritual besar. Konon, 570 air suci tersebut didapatkan dari air suci semua agama.
Denise Chariesta menyebutkan kesukaran-kesukaran dalam hidupnya, serta menyebutkan dosa-dosa besar yang telah ia lakukan.
Baca Juga: Ribuan Rumah Warga yang Hancur Diguncang Gempa Siap Dibangun Tahap Pertama, Pakai Teknologi Ini
Selebgram berusia 31 tahun ini mengaku kesulitan mendapatkan jodoh, berterus terang bahwa dirinya pernah menjadi perebut suami orang.
Selain itu, Denise Chariesta berharap dengan melukat ini usaha bunga yang dijalaninya semakin berkah dan lancar.
"Berat jodoh, bekas pelakor, laki orang, pacar saya tuh laki orang, (Selain itu) biar toko bunganya berkah juga usahanya lancar," ungkap Denise Chariesta.
Denise Chariesta Tak Kuasa Menahan Tangis saat Ingat Orangtuanya
Denise Chariesta diminta untuk memejamkan mata dan fokus, sambil dimandiakan air suci Denise Chariesta tak kuasa menahan tangis memngingat dosa yang telah dilakukannya, terlebih kepada orangtua.
"Dosa banget aku, kasian mami papi aku, tau juga, udah tua tapi akunya masih begini," imbuh Denise Chariesta dengan nada pilu.
Melihat unggahan Denise Chariesta tersebut banyak warganet yang merasa terharu, dan menyebutkan bahwa selebgram tersebut sebenarnya adalah orang yang baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati