SuaraCianjur.id- Ribuan rumah warga yang roboh akibat diguncang gempa Cianjur akan diperbaiki dalam rekonstruksi tahap pertama. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
"Tahap satu nanti akan ada sekitar 8.341 rumah yang akan segera diperbaiki, dalam waktu dekat," ungkap Muhadjir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Muhadjir Effendy menymapikan soal proses terhadap penanganan tanggap bencana dan rehabilitasi juga rekonstruksi pasca CIanjur dibuat luluhlantak oleh gempa, akan dilakukan secara paralel dan simultan. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Menurutnya kalau sudah ada yang bisa atasi maka pada saat itu juga akan dilakukan terhadap pembangunan rumah wraga yang rusak.
"Sehingga nanti penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak harus menunggu selesainya tahap tanggap bencana. Mana yang sudah bisa diatasi maka pada saat itu juga, kita akan melangkah ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Itu akan menjadi domain dari Bapak Menteri PUPR," jelas dia.
Dijelaskan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dari 60 ribu rumah yang rusak ada 17.864 rumah yang sudah diverifikasi oelh pihak dari BNPB.
Sehingga nanti ketika proses pembangunana rumah dengan jumlah belasan ribu akan memakan waktu yang tidak singkat.
Bagian tahap pertama rumah warga yang akan dibangun sebanyak 200 rumah, dengan tipe 36, dan luas lahan 90 meter persegi bagi keluarga yang direlokasi.
"Kalau yang di Semeru kita membangun 1.900 rumah, empat bulan selesai. Tapi ini lebih dari 27 ribu rumah menurut data awal dari BNPB,” terangnya.
Baca Juga: Polres Cianjur Berlakukan One Way Akhir Pekan Ini, Begini Skemanya
“Jadi tidak singkat ini karena jumlahnya banyak dan lokasinya juga di pegunungan yang aktivitasnya juga cukup sulit. Jadi yang penting kita akan kerjakan secepatnya," terang Basuki melanjutkan.
Basuki juga menyampaikan, bagi titik lahan relokasi di tahap pertama ada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Konsepnya akan dibuat dengan memakai teknologi rumah instan sederhana (RISHA).
Perlu diketahui, RISHA adalah implementasi teknologi bangunan tahan gempa. Maka dengan itu, Basuki mengatakan teknologi tersebut sudah diterapkan dalam membangun hunian pasca gempa yang terjadi di sejumlah wilayah.
Adapaun rumah yang dibangun dengan konsep seperti seperti yang telah dilakukan di wilayah Aceh, NTT dan NTB termasuk beberapa daerah lainnya.
Ada 2,5 hektar lahan yang terdapat di Desa Sirnagalih yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi tahap pertama.
"Tahap pertama relokasi ada 2,5 hektar di Desa Sirnagalih dan sekarang sudah land clearing. Kami mempunyai stok rumah RISHA (Bandung) yang tahan gempa, yang sudah proven teknologinya dan ini akan kita bangun di Cianjur," ungkap Menteri PUPR itu.
Seperti yang diketahui, gempa Cianjur selain memakan ratusna korban jiwa meninggal dan luka-luka, banyak rumah yang roboh dan rusak. Pemerintah sudah berjanji akan kembali membangun rumah-rumah warga yang rusak akibat diguncang gempa. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati