/
Kamis, 08 Desember 2022 | 14:58 WIB
Ferdy Samboo memberikan penjelasan soal kenapa ajudan istrinya laki-laki bukan dari Polwan (Foto: Suara.com - Yosea)

SuaraCianjur.id- Alasan Putri Candrawathi mendapatkan pengawal dari sosok ajudan pria bukan dari Polwan dijawab oleh Ferdy Sambo, dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ferdy Sambo yang menjadi terdakawa bersama istrinya dalam kasus ini menjelaskan kenapa ajudan Polisi laki-laki yang menjadi pendamping Putri.  

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada hari Rabu (7/12) kemarin, Sambo menjadi saksi bagi terdakwa Bharada E, Kuat Maruf dan Ricky Rizal.

Awalnya penasihat hukum Bharada E, Ronny Talapessy, memberikan pertanyaan kepada Ferdy Sambo kenapa memilih Richard Eliezer alias Bharada E sebagai ajudan.

Ferdy Sambo menimpali pertanyaan itu. Dia mengatakan, diberikan dua ajudan oleh Komandan Detasemen Korps Brimob, yakni Richard Eliezer dan Sadam.

"Saya diberikan saudara Richard dari Komandan Detasemen Korps Brimob, dua waktu itu, Sadam dan Richard," ujar Ferdy Sambo menjawab pertanyaan Ronny Talapessy.

Ferdy Sambo juga mengatakan kalau Bharada E tidak pernah menolak dan membangkan setiap perintah yang diberikan olehnya.

"Richard tidak pernah membangkang atau menolak perintah," ungkap Sambo.

Kemudian Ronny bertanya kenapa pengawal Putri Candrawathi bukan dari Polwan.

Baca Juga: Inilah Sosok Wanita yang Keluar dari Rumah Ferdy Sambo, Berambut Pendek Nangis Cari Sopir Dibantu Bharada E

Lantas Ferdy Sambo pun memberikan penjelasan, kalau pengawalan dari ajudan bagi Putri Candrawathi semuanya adalah dari Polisi laki-laki. Sementara terkait dengan ajudan dan pengawaln dari Polwan terhadap istri pejabat utama Polri, hanya diberikan kepada pejabat Jenderal berbintang tiga.

Ferdy Sambo sebelum dipecat menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau berbintang dua.

"Pengawalan tadi sudah saya jelaskanbahwa pengawalan terhadap istri pejabat utama itu, hanya diberikan kepada pejabat utama yang bintang tiga. Sehingga tidak ada bintang dua pejabat utama yang diberikan Polwan," ungkap Ferdy Sambo dikutip dari Suara.com, Kamis (8/12/2022).

Putri Candrawathi mendapatkan pengawalan dari ajudan Polisi laki-laki bukan dari Polwan, alasannya diungkapkan oleh Ferdy Sambo. (sumber: Foto: Suara.com - Yosea)

Ferdy Sambo dalam sidang mengatakan kalau dirinya mengakui sudah melakukan cara yang tidak benar untuk memberikan perlindungan kepada Bharada E.

"Saya sudah sampaikan di awal dengan kepercayaan diri, untuk melindungi Richard dengan cara yang tidak benar. Dan maaf itu memang kesalahan saya, nanti saya akan pertanggung jawabkan saat pemeriksaan terdakwa," terang Ferdy Sambo.

Ronny kemudian kepada Ferdy Sambo menyinggung soal tanggung jawab seperti apa yang akan dilakukan olehnya. Terutama Ronny menilai kalau apa yang telah dilakukan Ferdy Sambo bisa menghancurkan masa depan Bharada E yang masih panjang dan berusia muda.

Namun Ferdy Sambo tidak bisa menjawab dengan alasannya.

"Dan saya tidak bisa menjawab, karena posisi saya juga harus mempertanggung jawabkan peristiwa ini," terang Ferdy Sambo.

terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadr J yakni Kuat Maruf-Bharada E-Bripka Ricky Rizal (sumber: Foto: Suara.com - Rakha Arlyanto)

Bharada E sudah membuat pengakuan dalam kasus ini dan keluar dari skenario Sambo yang telah dibuat. Dia berbalik arah untuk melawan.

"Saya tidak mengetahui adanya pengakuan seperti itu, saya mengetahui bahwa (Richard) Eliezer mengubah keterangan itu kalau tidak salah di tanggal 5. Saya diinformasikan oleh salah satu pejabat utama di Mabes Polri, bahwa Richard mengubah keterangan di malam hari," ungkap  Ferdy Sambo.

Seperti yang diketahui kalau Bharada E memilih untuk melawan dan keluar dari rencana Sambo demi mengungkap tabir di balik kasus kematian Brigadir J. (*)

Load More